Kepala Desa Se-Kecamatan Bae Diajak Perangi Narkoba

oleh -343 Dilihat
oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Pemerintah Kecamatan Bae menggelar rapat koordinasi pembahasan pemantauan dan pencegahan penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif dengan biaya APBDes, Selasa (19/09/2017).

Rapat yang berlangsung di Aula Kantor Balai Desa Bae itu dihadiri seluruh kepala desa se-Kecamatan Bae. Mereka diajak untuk memerangi peredaran narkoba yang dikhawatirkan mulai beredar di Kudus.

Camat Bae Mintoro menyampaikan, dirinya sangat miris dengan semakin maraknya peredaran narkoba di masyarakat. Bahkan kasus terakhir menimpa anak-anak di Kendari yang menyebabkan dua korban meninggal dunia, dan puluhan lainnya dirawat di rumah sakit.

Pada kesempatan itu Mintoro mengajak seluruh peserta rapat yang hadir untuk bersama-sama memerangi peredaran narkoba, untuk menyelamatkan anak bangsa sesuai fungsi masing-masing.

Menurutnya, diperlukan penganggaran khusus untuk penanganan narkoba. ”Sehingga kita yang di lapangan dapat bekerja dengan maksimal dengan dukungan prasaran yang ada. Makanya kita adakan rakor ini untuk membahas hal tersebut,” tandasnya.

Sementara itu Kasat Narkoba Polres Kudus AKP Sukadi dalam kesempatan itu menyampaikan, dibutuhkan kerja sama dari berbagai elemen masyarakat untuk memerangi peredaran narkoba yang semakin marak.

Diharapkan dari tingkat desa nantinya diadakan deklarasi antinarkoba karena program tersebut adalah program dari pemerintahan pusat. Meskipun sebenarnya sosialisasi deklarasi antinarkoba selama ini sudah berjalan sangat lama, tapi dianggap biasa-biasa saja tidak ada respon yang sangat berarti di desa.

”Untuk itu mari kita bekerja kembali untuk lebih baik dalam memerangi narkoba,” ajaknya. Pemberantasan peredaran narkoba, katanya, sangat susah sekali karena para pengedar menggunakan jaring terputus.

Hal ini dapat diantisipasi dengan peran aktif aparat kewilayahan. Apabila sinergitas terbangun, dirinya optimistis peredaran narkoba dapat ditekan. Dijelaskannya, dampak dari penggunaan narkoba sangat luar biasa termasuk kebangkrutan ekonomi dan yang paling bahaya adalah menjatuhkan pola pikir generasi muda.

”Kalau pola piker generasi penerus sudah hancur, tentunya dapat menimbulkan kemerosotan akan ketahanan Negara,” paparnya.

Sukadi menambahkan, Indonesia kaya akan sumberdaya alam tetapi kalau generasi mudanya sudah dilumpuhkan dengan narkoba. semua tidak bisa mengelolanya.

Dirinya meminta apabila dalam kegiatan pemantauan atau pengawasan ditemukan orang yang diduga menggunakan dan memiliki narkoba, agar segera dilaporkan ke pihaknya. ”Peran aktif dari masyarakat sangat kami butuhkan,” pungkasnya. (MK)

No More Posts Available.

No more pages to load.