Kudus City Walk Pusat Kuliner Ala Malioboro Bakal Hadir di Kudus, “Harus Ramah Difabel”

oleh -349 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Ternyata tidak main-main upaya Pemerintah Kabupaten Kudus untuk mewujudkan sebuah kawasan nyaman yang memiliki sarana pedestrian yang juga mengakomodir para pedagang kaki lima seperti yang ada di Jalan Malioboro, Yogyakarta.

Sejumlah perencanaan dan rapat-rapat telah dilakukan demi segera terwujudnya sebuah kawasan yang diproyeksikan akan berlokasi di sepanjang Jalan Sunan Kudus tersebut.

Seperti halnya yang dipaparkan dalam Rapat Rencana Pembangunan City Walk di Command Center oleh Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kudus Sulistiyowati, dihadapan Plt Bupati Kudus HM Hartopo dan Sekretaris Daerah Sam’ani Intakhoris, Senin (09/03/2020) pagi.

Dia menjelaskan, Kudus City Walk mengusung konsep Green Building dan moderat. Selain mengakomodir para Pedagang Kaki Lima (PKL), Kudus City Walk diharapkan mampu menjadi sarana pedestrian bagi masyarakat Kudus.

Plt Bupati Kudus HM Hartopo dan Sekda Sam’ani Intakhoris saat Rapat Rencana Pembangunan City Walk di Command Center (Foto: YM)

Keduanya harus berjalan seimbang dan saling mengisi. Bahkan, dalam beberapa kesempatan yang akan datang, Kudus City Walk akan dijadikan lokasi pelaksanaan event tertentu.

“Kami mempunyai tema Green Building dan Moderat, artinya semua kegiatan harus terakomodir dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus Samani Intakoris menyatakan, pembangunan Kudus City Walk diharapkan menjadi tempat masyarakat berkumpul yang baru.

Selain itu, Kudus City Walk harus mampu menjadi daya tarik, khususnya kuliner di Kudus. Mengingat, sebanyak 104 PKL Alun-Alun Kudus dan Jalan Sunan Kudus akan digabung.

“Harapannya nanti Kudus City Walk bisa jadi ajang berkumpul masyarakat. Juga bisa menikmati kuliner Kudus,” ungkapnya.

Setelah mendengar beberapa masukan, Plt. Bupati Kudus Hartopo mengingatkan, pembangunan Kudus City Walk harus mengakomodir para difabel. Menurutnya, fasilitas maupun layanan publik harus merambah kaum difabel.

Pada akhirnya, hak untuk sama-sama menikmati fasilitas yang dibangun pemerintah dapat dirasakan.

“Saya ingatkan, dalam pembangunan Kudus City Walk, jangan lupa untuk teman-teman kita yang difabel. Tolong beri mereka akses juga,” katanya.

Selain itu, Hartopo juga memberikan perhatian yang serius terkait pembangunan drainase. Pihaknya menginginkan, area Kudus City Walk bebas banjir. Kenyamanan tersebut dimaksudkan untuk menarik perhatian pengunjung.

Tak hanya itu, jika terbebas banjir maka aktivitas di Kudus City Walk tak akan terganggu.

“Saya ingin nantinya Kudus City Walk bebas banjir. Jangan sampai pengunjung merasa tidak nyaman. Juga untuk pedagangnya, harus nyaman sehingga aktivitas disana dapat maksimal,” imbuhnya.

Terkait dengan jalur khusus pedestrian, Hartopo juga menyoroti penggunaan keramik yang tidak licin saat terkena air. Hal tersebut penting karena Kudus City Walk akan menyasar pedestrian.

Oleh karena itu, kenyamanan pejalan kaki harus diakomodir dimulai dari pembuatan jalur khusus pejalan kaki yang aman dan nyaman.

“Penggunaan bahan dasar keramik yang tidak licin jadi penting. Jangan sampai kita menyasar para pejalan kaki, tapi jalurnya licin,” tutupnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.