Lonjakan Kasus Covid-19 Sempat Picu Kurangnya Ketersediaan Oksigen di Sejumlah RS Kudus

oleh -166 Dilihat
Seorang nakes di RS Aisyiyah Kudus saat sedang memeriksa tkesediaan tabung Oksigen yang kini langka akibat lonjakan pasien covid-19 (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Paska lonjakan kasus Covid-19, dan keterbatasan ruang isolasi di Kudus, kini sejumlah rumah sakit dihadapi kelangkaan oksigen, terbatasnya oksigen terjadi secara merata di seluruh Rumah Sakit di Kudus dan sekitarnya.

Seperti yang terjadi di Rumah Sakit Aisyiyah (RSA) Kudus, usai terjadi lonjakan pasien Covid-19 kini pihak Rumah Sakit dihadapi dengan terbatasnya oksigen dalam penanganan pasien, ditambah kondisi pasien Covid-19 yang mayoritas butuhkan terapi oksigen tambahan.

Dari data satgas Covid-19 di Kudus BOR Rumah Sakit di Kudus saat hingga Senin malam telah mencapai 88 persen, dimana dua Rumah Sakit yakni RS Aisyiyah Kudus dan RS Kumalasiwi sudah mencapai 100 persen pasien Covid-19.

Salah satu dokter Rumah Sakit Aisyiyah Kudus, dr Nadjib budhiwardoyo, mengatakan, kondisi ruang  isolasi bagi pasien Covid-19 penuh di RSA Kudus hingga kini masih terjadi. Pihaknya mengakui permasalahan yang dihadapi Rumah Sakit saat ini kelangkaan alami oksigen.

“Akibat semua rumah sakit kini memaksimalkan kebutuhan oksigen bagi pasien yang benar benar membutuhkan terapi oksigen,” kata dia beberapa waktu lalu.

Seorang nakes di RS Aisyiyah Kudus saat sedang memeriksa tkesediaan tabung Oksigen yang kini langka akibat lonjakan pasien covid-19 (Foto: YM)

Kondisi seperti ini  terjadi berlangsung sekira satu pekan terakhir terjadi di seluruh Rumah Sakit di Kudus dan sekitarnya, kini pihak Rumah Sakit selektif dalam penggunaan terapi oksigen bagi pasien. Terbatasnya pasokan pengiriman, agar dapat memenuhi kebutuhan, pihak Rumah Sakit Aisyiyah Kudus juga harus jemput bola mengambil oksigen di agen hingga Semarang maupun Kudus.

Seperti diketahui, untuk saat ini Rumah Sakit swasta tersebut dalam sehari membutuhkan 60 tabung ukuran 6 kibik dan 5 tabung besar masing masing berukuran 120 kubik.

“Setelah mulai Covid-10 gelombang kedua di Kudus kondisi ruang isolasi penuh sekali, problem kita adalah pada suplai oksigen, dan ini di alami semua Rumah Sakit se Kudus raya, hampir semua terjadi kelangkaan oksigen, kita betul betul selektif, pada pasien yang benar benar situasinya menurun,” terang Najib.

Kelangkaan oksigen menurutnya terjadi kira kira satu hingga dua minggu terakhir, suplai oksigen menipis, datang kemudian pakai lalu habis, hampir tidak pernah menyisakan.

“Sementara untuk pasien non covid, operasi membutuhkan anastesi kita tunda, kita utamakan pasien yang sangat membutuhkan oksigen,” jelas dia.

Pihak Rumah Sakit berharap, kondisi terbatasnya oksigen untuk pasien agar pemerintah dapat turun tangan membantu kebutuhan pasien Covid-19 dalam. Hingga kini kasus Covid-19 di Kudus masih cukup tinggi, dari data satgas Covid-19 Senin malam, total kasus aktif di Kudus mencapai 1951 terkonfirmasi Covid-19, dimana 441 dirawat, 1313 isolasi mandiri, dan 197 isolasi terpusat. Hingga kini total akumulasi kasus menembus 12.392, sembuh 9.414, dan meninggal  1.027. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.