Luapan Sungai Dawe di Ngembalrejo Akibatkan Jalur Pantura Terendam Banjir

oleh -316 kali dibaca
Camat dan muspika Bae saat meninjau kawasan banjir Pantura Ngembal (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Bencana banjir di Kabupaten Kudus tidak hanya mengakibatkan sejumlah rumah terendam. Jalan pantura Kudus-Pati turut di Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae juga diterjang banjir.

Banjir akibat meluapnya Sungai Dawe yang melintas dijalur pantura turut Desa Ngembalrejo kecamatan Bae, melimpas dan menggenangi jalan raya Kudus – Pati.

Akibatnya, arus lalu lintas di jalan trans nasional tersebut sempat mengalami ketersendatan yang akut, bahkan sejumlah kendaraan disarankan untuk melalui jalan-jalan alternatif, Selasa (02/01/2021).

Dari informasi yang dihimpun media menyebutkan, hujan deras di wilayah Kota Kretek terjadi sejak subuh sekitar pukul 05.00 WIB. Hal itu mengakibatkan sungai yang terdapat di desa setempat tidak mampu menampung debit air.

Akibatnya, air limpas hingga ke badan jalan pantura yang menghubungkan Kabupaten Kudus ke Kabupaten Pati itu sejak pukul 07.00 WIB. Sejumlah pengguna jalan memilih mencari jalan alternatif lain untuk menghindari banjir.

Menurut Camat Bae, Mintoro AP, di Desa Ngembalrejo Banjir menggenangi sejumlah RT yakni RT 4, 5, 6, 7, dan 8 di RW $ dengan ketinggian air di badan jalan tersebut sekitar 10 hingga 20 sentimeter.

“Kemacetan tak bisa dihindari meski sudah ada sejumlah petugas baik dari TNI dan Polisi mengatur arus lalu lintas,” kata dia.

Salah satu Warga Dayana Laila mengatakan, debit air sudah mulai masuk ke pemukiman warga mulai pukul 07.00. Kendati belum sampai menggenangi rumahny, ia mengaku aktifitas warga terganggu.

“Ya semoga saja hujan segera reda agar banjir tidak semakin parah,” katanya.

Dina Novi Andriana, kabid operasi dan pemeliharaan BBWS Pemali Juwana saat kunjungi kawasan banjir Pantura Ngembal (Foto: YM)

Menurutnya, wilayah tersebut sering terjadi banjir saat hujan deras. Kondisi itu diperparah dengan banyaknya sampah yang ada di sungai membuat aliran air tersendat.

Dari keterangan salah satu warga sekitar Lia (28 tahun), meluapnya air dari Sungai Dawe ini mulai terjadi pada pukul 05.30 Wib. Terakhir dua tahun lalu, kejadian serupa pernah terjadi akibat tingginya curah hujan dari lereng Muria.

“Untuk hari ini kasusnya sama, karena beberapa hari ini curah hujan cukup tinggi di Kudus. Bahkan dua tahun lalu air juga sempat menggenangi pelataran rumahnya. Namun hari ini air masih menggenangi jalan raya dan tidak masuk ke halaman rumahnya,” kata Lia.

Salah seorang warga lainnya, Fadholi (56 tahun) mengatakan mulai pukul 06.00 Wib jalan raya pantura ini sudah mulai ramai kendaraan sehingga agak tersendat.

“Karena kendaraan – kendaraan besar berjalan perlahan agar tidak masuk lubang jalan yang tertutup air. Untuk kedalaman air dipinggir sebelah utara memang agak tinggi sekitar 30 cm dibandingkan yang tengah hanya sekitar 20 cm,” ujar dia.

Sementara itu, Dina Novi Andriana, kabid operasi dan pemeliharaan BBWS Pemali Juwana yang sempat melakukan peninjauan di kawasan tersebut mengatakan, akan mengusulkan program normalisasi sungai-sungai di Kudus.

“Untuk jembatan Ngembal berhubung jembatan nasional dari pihak BBWS Pemali Juwana telah menyurati pemerintah pusat untuk merehab struktur jembatan menjadi flyover,” kata Dina. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.