Luruskan Isu Video Siswa SD 1 Getassrabi Kudus, Polisi: Bukan Kasus Keracunan, tapi Kecelakaan

oleh -444 Dilihat
Foto: ist.

Kudus, isknews.com – Polsek Gebog bergerak cepat meluruskan isu yang beredar di media sosial terkait dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD 1 Getassrabi, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Setelah dilakukan pengecekan di lokasi, polisi memastikan bahwa peristiwa yang terjadi bukanlah kasus keracunan, melainkan kecelakaan lalu lintas yang menimpa salah satu siswa.

Informasi dugaan keracunan tersebut sebelumnya viral melalui video berdurasi tiga detik yang memperlihatkan mobil berwarna putih terparkir di halaman sekolah, sementara sejumlah guru dan siswa tampak cemas di sekitarnya. Dalam narasi video tertulis, “Telah terjadi siswa SD 1 Getassrabi keracunan MBG,” yang kemudian menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Menindaklanjuti kabar tersebut, anggota Polsek Gebog yang terdiri dari Kanit Reskrim, Kanit Intel, dan beberapa personel segera mendatangi SD 1 Getassrabi untuk melakukan klarifikasi kepada pihak sekolah.

Kapolsek Gebog, AKP Siswanto, menegaskan bahwa informasi keracunan MBG tersebut tidak benar alias hoaks. “Yang sebenarnya terjadi adalah kecelakaan lalu lintas. Salah satu siswa SD 1 Getassrabi tertabrak sepeda motor warga yang sedang melintas di depan sekolah,” jelasnya.

Dijelaskan, setelah insiden terjadi, korban sempat dibawa ke dalam ruang kelas. Pada waktu bersamaan, mobil program MBG datang ke sekolah untuk mengambil alas makan, sehingga menimbulkan kesalahpahaman dan dugaan yang keliru dari pihak yang merekam video.

“Korban langsung dibawa ke RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus untuk mendapatkan perawatan medis,” ujar Kapolsek.

Menanggapi peristiwa ini, AKP Siswanto mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan bijak dalam menyebarkan informasi di media sosial. Ia menekankan pentingnya memastikan kebenaran berita sebelum membagikannya ke publik.

“Jangan mudah percaya dengan informasi yang belum jelas sumbernya. Saring dahulu sebelum sharing agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :