Mahasiswa Pendidikan Matematika UMK Gagas Inovasi untuk Sentra Bordir Padurenan

oleh -90 Dilihat
Foto: Dok. UMK

Kudus, isknews.com – Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (HIMATIKA) Universitas Muria Kudus (UMK) melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) menghadirkan inisiatif “Desa Cerdas Bordir” untuk menggerakkan kembali semangat usaha bordir di Desa Padurenan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.

Program ini bertujuan menghidupkan kembali identitas Padurenan sebagai desa sentra bordir sekaligus memberdayakan pemuda untuk terlibat aktif dalam pengembangan potensi lokal.

Wakil Rektor III UMK, Prof. Dr. Ir. Sugeng Slamet, S.T., M.T., IPM, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam program ini. “PPK Ormawa bukan hanya bentuk pengabdian, tetapi juga ruang pembelajaran kepemimpinan nyata. Kami percaya, kontribusi HIMATIKA akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan di Padurenan,” ujarnya.

Kepala Desa Padurenan, Thoni Hermawan, menyampaikan bahwa minat generasi muda terhadap usaha bordir mengalami penurunan. “Kami berharap kehadiran tim PPK Ormawa HIMATIKA dapat memberikan semangat baru, khususnya bagi generasi muda. Saat ini, minat pemuda terhadap usaha bordir cenderung menurun. Salah satu penyebabnya adalah proses produksi yang masih menggunakan mesin bordir manual, sehingga membutuhkan waktu lama dalam menyelesaikan satu pesanan. Hal ini membuat usaha bordir dinilai kurang praktis dan kurang menjanjikan oleh anak-anak muda,” ungkapnya.

Ketua Tim PPK Ormawa HIMATIKA UMK, Qorri Aina Putri, mahasiswa Pendidikan Matematika, menyatakan bahwa pihaknya ingin mengembalikan citra bordir sebagai sektor yang menjanjikan, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga sebagai warisan budaya. “Kami ingin bordir tidak hanya dilihat sebagai warisan masa lalu, tetapi juga sebagai peluang masa depan. Melalui pelatihan, pendampingan, dan inovasi teknologi, kami ingin menjadikan Padurenan sebagai desa cerdas dalam memaksimalkan potensi bordirnya,” jelasnya.

Sebagai bentuk implementasi program, tim HIMATIKA menginisiasi lima “Pojok Bordir” yang tersebar di berbagai titik strategis di desa. Setiap pojok akan menjadi pusat pelatihan dan pengembangan kapasitas bagi pemuda desa, mulai dari pelatihan desain, digitalisasi proses produksi, hingga strategi pemasaran berbasis teknologi. Program ini akan berlangsung selama empat bulan sejak di terjunkan pada Juli 2025.

Dengan semangat kolaboratif dan pendekatan berbasis inovasi, HIMATIKA UMK berharap program ini mampu menjadi pemantik kebangkitan Padurenan sebagai sentra bordir unggulan yang kembali diminati generasi muda.  (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :