Menteri PU: Logung Bukan Hanya Irigasi, Tapi Juga Penjaga Kudus dari Banjir

oleh -582 Dilihat
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia, Dody Hanggodo, dalam kunjungannya di Jawa Tengah, meninjau langsung Bendung Logung dan kawasan pertanian di sekitar bendungan, Sabtu, 6/9/2025 (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia, Dody Hanggodo, dalam kunjungannya di Jawa Tengah, meninjau langsung Bendung Logung yang terbentang di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Sabtu (6/9/2025).

Ia ingin memastikan pengelolaan bendung ini berjalan optimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Bendungan Logung yang memiliki luas sekitar 88,5 hektar dengan daerah pengaliran sungai mencapai 43,82 kilometer persegi, terbukti mampu menaikkan indeks pertanaman hingga 300 persen.

Kawasan yang teraliri mencakup area persawahan di Kecamatan Jekulo, Dawe, Mejobo, dan sebagian Kecamatan Undaan, Kudus, bahkan hingga sebagian Margorejo, Kabupaten Pati.

“Efektivitasnya meningkat 300 persen. Kalau dulu hanya sebagian kecil petani bisa melakukan tanam tiga kali setahun, sekarang bisa tiga kali penuh. Ini bukti nyata manfaat Logung,” ujar Dody.

Bendungan yang sejak awal tahun 2025 mampu mengairi sekitar 4.600 hektar sawah ini, dinilai Dody sangat bermanfaat bagi petani Kudus. Air yang stabil membuat lahan semakin produktif, sehingga mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Dalam kunjungannya, Dody juga berdialog langsung dengan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di saluran irigasi Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo, Kudus.

Dari hasil dialog, diketahui masa tanam (MT) di sepanjang saluran Logung kini bisa tiga kali setahun, padahal sebelumnya hanya satu hingga dua kali saja.

“Hal ini menjadi salah satu pembuktian mengapa Bendung Logung sangat efektif. Para petani langsung merasakan manfaatnya, baik di Kudus maupun sebagian kecil di Pati,” jelasnya.

Selain mendukung pertanian, Bendung Logung juga berfungsi menekan risiko banjir yang kerap melanda Kudus.

“Banjir yang sering terjadi di Kudus ini berkurang banyak karena Logung. Artinya bendung ini juga berkontribusi nyata dalam mengendalikan banjir,” tegas Dody.

Dampak lain dari keberadaan Logung adalah potensi pariwisata. Dengan letak di kawasan perbukitan yang menawarkan panorama indah, Logung dinilai mampu memunculkan wisata baru.

“Biasanya bendungan ada di kawasan tinggi dengan panorama indah. Itu bisa memunculkan wisata baru dan memberi multiplayer effect,” ujarnya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa pemanfaatan bendung sebagai destinasi wisata harus disertai perizinan resmi. Sebab, bendung merupakan objek vital nasional yang menampung air baku.

“Mana yang boleh digunakan untuk wisata, mana yang harus steril, semuanya ada aturannya. Apalagi kalau sudah menjadi air baku, harus dijaga agar tidak tercemar,” terangnya.

Kunjungan Menteri PU kali ini didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Sudarto, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jateng, Henggar Budi Anggoro. Rombongan turut menyusuri saluran irigasi dan melihat langsung kondisi lapangan.

Dody menegaskan, pemerintah pusat berniat terus mendukung masyarakat Kudus dengan pemanfaatan air baku dari Logung. Namun, keberhasilan ini membutuhkan kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan dan fungsi utama bendung.

Manfaat nyata Logung dirasakan langsung oleh para petani. Badrudin, petani di Desa Hadiwarno, mengaku sejak Logung beroperasi, irigasi berjalan lancar dan masa tanam bisa tiga kali setahun.

“Sebelumnya hanya dua kali, sekarang bisa tiga kali. Ini sangat menguntungkan sejak ada Logung 3–4 tahun lalu,” katanya.

Meski puas dengan hasil yang meningkat, Badrudin berharap ada dukungan tambahan bagi petani, terutama traktor perahu. Menurutnya, kontur tanah yang basah sering membuat roda traktor cepat tenggelam.

“Kami usul ada traktor perahu untuk meringankan petani, semoga dikabulkan,” harapnya.

Dengan tata kelola yang baik, Bendung Logung diharapkan terus menjadi tumpuan produktivitas pertanian, pengendalian banjir, sekaligus membuka peluang pariwisata di Kabupaten Kudus. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.