Musthofa : Implementasi Wawasan Kebangsaan Dikalangan Mahasiswa

oleh -459 kali dibaca
Dr. H. Musthofa, saat memberikan sosialisasi empat pilar kebangsaan dihadapan sejumlah mahasiswa IAIN Kudus, Rabu (7/4) (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Upaya memanjemen diri agar terhidar dari radikalisme dan terorisme adalah dengan mulai mencintai toleransi serta menanamkannya dalam jiwa. Sehingga akan tahu makna kepancasilaan, ke NKRI an dan kebhinekaan.

Hal itu disampaikan oleh Dr. H. Musthofa menanggapi pertanyaan seorang mahasiswa saat berlangsung kegiatan sosialisasi empat pilar MPR RI dihadapan mahasiswa dari Prodi Jurusan Tadris IPS Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus yang digelar di Omah Aspirasi, Rabu (07/04/2021).

“ Pancasila memiliki fleksibilitas yang tinggi terhadap kemajuan bangsa, jadi Pancasila masih relevan di era 4.0. Sehingga masih sangat bisa untuk diterapkan dalam kegiatan sehari-hari,” ujar Musthofa yang juga anggota komisi XI DPR dari fraksi PDIP ini.

Dalam acara yang dihadiri sebanyak 60 orang mahasiswa berasal dari Kudus, Demak dan Pati ini menampilkan materi pembahasan tentang wawasan kebangsaan dan makna Pancasila serta konsep NKRI.

“Wawasan kebangsaan sendiri memiliki tuntutan untuk kita sebagai bangsa Indonesia dalam menjaga keutuhan NKRI dalam mewujudkan jati diri dan pengembangan perilaku melalui sikap dan tindakan-tindakan yang mencerminkan budaya-budaya Indonesia dengan konsep wawasan kebangsaan dengan perkembangannya yang bersifat dinamis,” ujarnya.

Adanya perbedaan perbedaan nilai dan budaya yang kemudian bercampur dan menjadi suatu paham wawasan kebangsaan inilah yang harus kita jaga sebagai bangsa Indonesia.

“Sebagai bangsa Indonesia, kita harus menjaga nama baik NKRI dengan wawasan kebangsaan yang akan menanamkan sifat nasionalisme di dalam diri kita sebagai bangsa Indonesia. Peran kita untuk menjaga keutuhan wawasan kebangsaan adalah dengan menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini dan mengaplikasikan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari dalam berbangsa dan bernegara,” tandas dia.

Sementara itu pembicara kedua, Dany Miftah M. Nur., M. Pd, Sekretaris Program Studi Tadris IPS Fakultas Tarbiyah, membahas Wawasan kebangsaan dilihat dari perspektif islam yaitu alquran, hadits, ijma dan qiyas.

Menurut dosen IAIN Kudus itu, Pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar ideologi Negara dan sebagai falsafah hidup bangsa, Pancasila memiliki makna mengenal jati diri bangsa, memiliki pijakan sebagai warga negara, dan menjaga ekosistem bangsa.

“Menurut perspektif islam, terdapat dua dalil yaitu naqliyah dan kausaniyah yang didalamnya memuat beberapa ilmu pengetahuan yaitu ilmu tauhid, ilmu tafsir, ilmu hadits, ilmu kalam dan ilmu fikih,” terangnya.

Dijelaskannya, pendekatan empat pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu pendekatan kultural, pendekatan edukatif, pendekatan hukum dan pendekatan struktural.

“Dalam sehari-hari atau dalam urusan berkewarganegaraan ada beberapa hal yang perlu dipertahatikan yakni hubungan manusia dengan Allah, hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan alam,” ungkapnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.