Pancasila Sebagai Falsafah Bangsa, Dalam Seminar Forum Aliansi Lintas Anak Bangsa

oleh -194 Dilihat

Kudus, isknews.com – Balai Budaya Rejosari Dawe Kudus, siang tadi menjadi tempat penyelenggaraan Seminar Kebangsaan dengan tema “Pancasila Sebagai Falsafah Bangsa“, Seminar yang bertujuan menyatukan Perasaan akan menumbuhkan persaudaraan sejati, dimoderatori oleh Arwani. Minggu (30/4/17).

Seminar ini merupakan gagasan dari Forum Aliansi Lintas Anak Bangsa yang diketuai oleh Safi’i dan dihadiri oleh para peserta sebanyak kurang lebih lima puluh orang.

Disisipi dengan tembang tembang Mocopat, pemateri pada seminar tersebut adalah Dr. H. Subarkhah. SH.MHum. yang merupakan Dosen UMK, Peter Alfaruq, Ketua PITI Kudus, Arwani SM Ketua Pelestari Budaya Nusantara, Romo Haryono, Pengelola Balai Budaya Rejosar, Umar Ali Budayawan, Hj. Siti Kharirotus Sa’adah, dan tokoh lintas budaya se Kudus.

Adapun inti penyampaian dari masing-masing pemberi materi antara lain, Hj. Siti Kharirotus Sa’adah yang menyampaikan bahwa Pancasila dirumuskan oleh para leluhur bukan dg nafsu sekaligus Indonesia yg sangat beragam kalau ideologis tidak pancasila maka yg terjadi adalah konflik. “Kita sebagai masyarakat Kudus selalu berupaya menumbuhkan kearifan lokal budaya,” ujar aktifis Partai Gerindra Kudus ini.

Pada sesi Peter Alfaruq, menjelaskan, “Bagaimana kita menyatukan lingkungan dengan aman adalah dengan cara berbaur dengan warga masyarakat dalam berbagai perbedaan suku, agama maupun kebudayaan, bila sesuai dengan Pancasila dengan wujud rasa kemanusiaan kepada sesama maka akan terwujud rasa saling menghormati dan tidak saling menghujat,” jelas pengusaha ini.

Sementara itu, dari akademisi, Subarkah, menyampaikan, Empat pilar kebangsaan ini tidak boleh terpisahkan karena kita adalah bangsa yang besar oleh sebab itu nilai dan falsafah Pancasila perlu ditegakkan,  apa yg kita lakukan sehari -hari adalah sebagai bentuk semangat kebersamaan dan kebangsaan mari kita jaga lingkungan kita dan kita kelola bersama jangan sampai di kelola asing dan mari kita sesuaikan fungsi kita masing-masing dalam menjaga empat pilar,” tukasnya.

Umar Ali, menjelaaskan bahwa Pancasila sebagai dasar negara  adalah sudah finish, namum Pancasila jangan dijadikan sebagai dewa, kita di dunia ini tidak punya hak tetapi yang punya hak adalah Allah. “NKRI kita jaga tetapi NKRI bukan harga mati mari kita gali melalui diskusi apakah finish NKRI harga mati, karena ini proses menuju gemah ripah loh jinawi maka benar dan tidaknya kita lihat sejarah apakah Pancasila ini perlu diganti atau tida,” ungkapnya. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.