Pasar Krempyeng Tumpangkrasak, Arena Dagang UMKM Lokal Dengan Penerapan 3M Ketat

oleh

Kudus, isknews.com – Potensi usaha mikro berupa kuliner dan perdagangan skala kecil yang digeluti oleh warga Desa Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus dicoba diakomodasi oleh Kepala Desa dan Para pemuda Karang Taruna dalam wadah Pasar Krempyeng.

Pasar yang hanya buka pada setiap hari minggu mulai pukul 06.00 hingga 10.00 pagi ini berlokasi di sepanjang jalan dekat Balai Desa hingga ke pinggir lapangan Desa yang untuk sementara waktu hanya boleh diikuti oleh warga Tumpangkrasak saja. Mulai usaha makanan, minuman, konveksi, mainan anak hingga pernak pernik ada di sana.

Kepala Dinas Perdagangan Sudiharti dan Kepala Desa Tumpangkrasak, Sarjoko Saputro saat melihat aktifitas di Pasar Krempyeng (Foto: YM)

Menurut Kepala Desa Tumpangkrasak, Sarjoko Saputro, Hari ini adalah hari pertama Pasar Krempyeng Tumpangkrasak dibuka, dia lakukan ini sebagai bentuk rasa simpati kepada warganya yang merupakan para pedagang kecil dan kehidupan mereka sempat sangat terdampak saat wabah pandemi covid-19 sekarang ini.

“Penduduk Tumpangkrasak ini sebagian besar adalah para pedagang dan pengusaha mikro. Kini usaha mereka nyaris mati akibat wabah Covid-19 yang belum jelas kapan akan segera berakhir. Dengan Pasar Krempeng ini saya berharap bisa menjadi wadah bagi pelaku usaha kecil di Tumpangkrasak untuk bangkit di tengah Pandemi Covid-19.” kata dia, Minggu (04/10/2020).

Untuk sementara dirinya hanya bisa menampung sebanyak 65 pedagang dulu, karena masih tetap harus taat pada protokol kesehatan dimana pihaknya terpaksa menempatkan jarak tertentu antara satu pedagang dengan lainnya.

“Ini juga kami gunakan sebagai wadah dan cara kami mengkampanyekan kebiasaan baru 3M. Yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Ibarat kata kita menyelam sambil minum air. Perekonomian warga kita bangkitkan, begitu dengan kesadaran mereka untuk melakukan 3M,” ujar Sarjoko.

Penjual dan pengunjung ditekankannya hanya dari warga lokal Tumpangkrasak. Jadi tidak menimbulkan kerumunan massa yang besar. Dari

Menyoal penerapan protokol kesehatan di Pasar Krempyeng Tumpangkrasak. Pasar tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas cuci tangan dan masker bagi pengunjung yang lupa menggunakan masker. Aparat TNI/Polri maupun Linmas berjaga disejumlah titik untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan di sana.

“Kami berharap pasar ini bisa menginspirasi Pemerintah Desa lainnya. Kalau perekonomian masyarakat harus kembali bangkit ditengah pandemi. Namun, tentu harus diiringi penerapan protokol kesehatan ketat,” pungkas dia.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Perdagangan yang hadir atas nama pribadi mengatakan, saat ini masih dalam kondisi pandemi, namun perekonomian tetap harus jalan dengan mengendepankan protokol kesehatan. Oleh karenya, Pasar Krempyeng merupakan kreasi yang sangat bagus dari pemerintah desa.

“Saya acungi jempol kepada Kepala Desa Tumpang Krasak, karena sudah membuat Pasar Krempyeng untuk meningkatkan perekonomian warganya,” katanya.

Selain meningkatkan perekonomian warga, upaya desa dalam mengkampanyekan gerakan 3M protokol kesehatan sangatlah bagus. Perekonomian dan protokol kesehatan menurutnya harus berjalan seimbang di masa pandemi seperti ini.

“Kampanye 3M tadi cukup bagus, dengan pemberian masker dan face shield. Bagus, karena ada desa yang sangat peduli dengan protokol kesehatan. Ini bisa menjadi contoh desa lain,” ucapnya.

Terpisah, Rahayu, 45 tahun, pedagang makanan tradisional mengaku bahagia dengan adanya kegiatan Pasar Krempyeng di desanya.

“Biasanya saya jualan di depan sekolah. Pandemi sekolah diliburkan, saya tidak memiliki penghasilan. Dengan Pasar Krempyeng ini Alhamdulillah ada masukan penghasilan,” tutur dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :