Pasar Takjil Perdana di Karangrowo Kudus, Dorong Ekonomi Warga Saat Ramadan

oleh -149 Dilihat
Suasana Pasar Takjil di Desa Karangrowo Kudus. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Bulan Ramadan menjadi momen spesial bagi warga Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Tahun ini, desa tersebut untuk pertama kalinya menggelar Pasar Takjil yang bertempat di Prapatan Ngeseng, berlangsung dari 1 hingga 31 Maret 2025 setiap pukul 15.00 hingga 18.00 WIB.

Kepala Desa Karangrowo, Heri Darwanto, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan upaya nyata dalam menggerakkan perekonomian warga. “Tahun ini perdana kami menggelar pasar takjil melalui BUMDes Karangrowo Makmur. Kami ingin memberi kesempatan kepada warga untuk berjualan dan menambah penghasilan selama Ramadan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberadaan pasar takjil ini juga merupakan hasil sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat. “Tanpa dukungan warga, kegiatan ini tidak bisa berjalan. Kami berusaha menyamakan persepsi, visi, dan misi untuk membangun Desa Karangrowo sebagai desa wisata yang memiliki daya tarik tersendiri,” lanjutnya.

Pasar takjil ini diikuti oleh 25 pelaku UMKM yang mayoritas berasal dari Karangrowo, seperti dari Dukuh Kaliyoso, Krajan, dan Ngelo. Berbagai makanan khas Ramadan dijajakan di sini, mulai dari aneka gorengan, kolak, es buah, hingga makanan berat yang siap disantap saat berbuka.

Anggota DPRD Kabupaten Kudus, Superiyanto, turut hadir dan membeli takjil di pasar tersebut. Ia mengapresiasi keberadaan pasar takjil ini yang menurutnya dapat mendorong perputaran ekonomi di Desa Karangrowo. “Kuliner takjil ini tidak hanya menjadi bagian dari tradisi Ramadan, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga, khususnya dalam sektor kuliner kreatif,” ungkap Ketua DPD Partai NasDem Kudus itu.

Menurutnya, pasar takjil ini juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk menghadirkan produk lokal yang khas dan bernilai jual tinggi. Dengan adanya kegiatan ini, ia berharap perekonomian warga semakin berkembang, terutama di sektor UMKM.

Salah satu panitia kegiatan, Aldi Santoso, menambahkan bahwa pihaknya telah menyediakan meja stand bagi pedagang yang ingin berjualan. “Meja sudah kami sediakan, jadi pedagang tinggal datang dan menempati stand yang tersedia. Biaya retribusi kebersihan hanya Rp5.000 per hari per meja,” jelasnya.

Aldi juga berharap pasar takjil ini tidak hanya menjadi tempat berburu makanan berbuka, tetapi juga bisa memperkenalkan Karangrowo sebagai desa wisata. “Harapannya, masyarakat semakin mengenal potensi desa ini, baik dari sisi ekonomi maupun wisata,” tambahnya.

Sebagai pelengkap suasana ngabuburit, panitia juga menghadirkan wahana Susur Sungai dan Perahu Bebek yang beroperasi setiap hari selama Ramadan, serta satu unit Kapal Motor yang hanya beroperasi di hari Minggu. Dengan adanya wahana ini, pengunjung bisa menikmati keindahan sungai Karangrowo sambil menunggu waktu berbuka. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :