Kudus, isknews.com – Maraknya pencurian meteran air di rumah kosong dan gudang tak berpenghuni mendorong PDAM Kudus mengeluarkan imbauan kepada masyarakat. Warga diminta lebih waspada dan turut mengawasi lingkungan sekitar, guna mencegah kerugian yang ditanggung pelanggan sendiri jika terjadi pencurian.
Direktur PDAM Kudus, Winarno, menyebutkan bahwa dalam sepekan terakhir tercatat empat kasus pencurian meteran air di wilayah Kabupaten Kudus. Lokasi kejadian tersebar di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, serta kawasan Kudus Baru.
“Dua kejadian di Desa Terban, satu ditemukan 4 Juli dan satu lagi pada Senin, 14 Juli 2025. Dua lokasi lainnya belum lama ini kami terima laporannya. Semuanya di rumah kosong atau gudang yang tidak dijaga,” jelas Winarno, Jumat (18/7/2025).
Meteran yang dicuri berupa satu set lengkap yang terdiri dari katup satu arah, water meter, dan stop kran. Semua berbahan kuningan dengan nilai kerugian mencapai sekitar Rp1 juta per unit. Sayangnya, biaya penggantian perangkat ini harus ditanggung pelanggan, bukan PDAM.
“Pelanggan harus mengganti sendiri perangkat yang hilang. Kami hanya bisa melakukan penggantian setelah pembayaran dilakukan,” ujarnya.
Winarno menegaskan bahwa kasus ini murni tindakan kriminal dan tidak ada keterlibatan dari internal PDAM. Diduga kuat komponen meteran air tersebut dijual kiloan ke pengepul rongsokan.
“Ini murni kriminal, bukan dari orang PDAM. Dugaan kami, barang-barang itu dijual ke rongsokan karena semuanya berbahan kuningan,” tambahnya.
PDAM Kudus pun mengajak masyarakat untuk peduli dan menjaga lingkungan sekitar, khususnya terhadap rumah kosong atau bangunan yang tidak berpenghuni, karena menjadi target empuk para pencuri.
“Kami mengimbau warga untuk saling mengawasi. Bila melihat gerak-gerik mencurigakan, segera lapor ke pihak berwajib. Karena jika sampai hilang, yang dirugikan adalah pelanggan itu sendiri,” tegas Winarno.
Selain itu, PDAM juga menyampaikan bahwa kejadian pencurian meteran air ini tergolong baru. Sebelumnya, pencurian yang sering terjadi hanyalah pada tutup bok seng. (AS/YM)







