Pembangun Drainase dan Trotoar di Jalan Menur Kudus Dilaksanakan Bertahap

oleh -1,091 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Pembangunan drainase dan trotoar di Jalan Menur, Kabupaten Kudus, belum sepenuhnya selesai. Pada bagian atas drainase yang penutupnya terbuat dari cor, hanya diurug dengan tanah. Hal itu karena pekerjaan proyek tersebut dilakukan bertahap, selama dua tahun anggaran (TA) 2017 – 2018. Mundurnya waktu pelaksanaan itu, karene terjadinya perubahan desain

Kepala Bidang (Kabid) Tata Bangunan Dinas PUPR Kabupaten Kudus, Wisnu Aragani, yang dihubungi isknews.com, Jumat (20/07), di ruang kerjanya mengatakan hal itu. Menurut dia, perubahan desain yang dimaksud, semula pembangunan drainase dan trotoar itu direncanakan menggunakan keramik pada lantainya, namun ternyata beaya yang dianggarkan tidak mencukupi. Langkah yang diambil pun memprioritaskan pembangunan drainase lebih dahulu, tujuannya untuk mengatasi genangan air di sepanjang Jalan Menur itu, jika terjadi hujan. “Pembangunan drainase itu, sudah selesai 100 persen. Memang bagian atas diurug dengan tanah, akan sangat mengganggu aktivitas warga sekitar, jika drainase itu tidak ditutup.”


Sedangkan untuk pembangunan trotoar, ungkapnya lanjut, akan dilaksanakan pada tahun anggaran berikutnya, atau 2018. Jika sesuai dengan yang direncanakan, trotoar itu akan menggunakan paving blok, seperti yang diterapkan di Jalan Pangeran Puger. “Jadi karena adanya perubahan desain itulah, pembangunan drainase dan trotoar di Jalan Menur itu dilakukan bertahap.”


Seperti diberitakan di isknews.com, tejadinya genangan air akibat hujan di sejumlah ruas jalan di Kudus, baik jalan utama maupun jalan kelas II, memperoleh perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, pada TA 2017 ini, pembangunan yang menjadi prioritas utama, adalah pembenahan drainase secara besar-besaran, guna mengatasi genangan air tersebut.


Pembenahan drainase di sejumlah ruas jalan dilakukan. Pekerjaannya adalah, bagaimana air yang masuk ke drainase itu dialirkan ke sungai terdekat, sehingga air langsung habis. Contohnya drainase di sepanjang Jalan Menur, selain dilebarkan, juga ditambah kedalamanya, dari mulai perempatan kecil di depan bengkel motor, sampai ke sungai di pertigaan sebelah timur PT Nojorono. Air dari drainase itu langsung masuk ke sungai tersebut, sehingga alirannya lancar.


Jalan lainya yang juga ditata drainasenya, adalah yang ada di Jalan Puger. Ruas jalan ini, setiap turun hujan, juga terjadi genangan banjir. Penggalian dilakukan mulai dari depan masjid, ke arah utara sampai ke pertigaan Jalan Veteran. Dari tempat ini, dibangun saluran baru yang langsung menuju Sungai Kaligelis.(DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.