Kudus, isknews.com – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus menggelar pertemuan koordinasi dalam rangka pemenuhan kualitas kesehatan lingkungan (PKKL) di hotel @hom, kemarin. Kepala seksi kesehatan lingkungan, kesehatan kerja dan olahraga DKK Kudus, Yuni Saptorini menyampaikan dalam program kesehatan lingkungan terdapat program PKKL yang mencakup pengawasan kualitas air minum (PKAM).
Oleh sebab itu, pihaknya mengundang Badan Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (BPSPAM) dari tiap Desa di Kabupaten Kudus dengan sarana air PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat).
“Dalam program PAMSIMAS di masing-masing Desa ada dibangun yang namanya sarana air minum. Dalam kegiatan PKAM itu kita ada dua kegiatan, pertama inspeksi kesehatan lingkungan (ILK) dan yang kedua untuk uji kualitas air,” papar Yuni.

Di dalam IKL itu, lanjut Yuni, memang lebih kepada tenaga di sanitarian Puskesmas untuk melaksanakan penialain atau IKL untuk sarana air minum. “Sedangkan dalam PAMSIMAS itu sendiri terdapat IKL untuk sarana PAMSIMAS untuk mengetahui sarananya bagaimana, apakah sudah memenuhi syarat kesehatan atau belum dari hasil penilaian IKL itu ada beberapa kategori, mulai dari rendah, sedang, tinggi, amat tinggi,” jelasnya.
Dari hasil tersebut nantinya akan dilakukan tindaklanjut. Untuk kategori sedang atau rendah akan ditintaklanjuti dengan dilaksanakan uji kualitas air minum. Sedangkan untuk kategori tinggi atau amat tinggi akan dilakukan perbaikan.
Air minum sendiri dikategorikan aman dikonsumsi dengan parameter kandungan total coliform dan e-coli nol. Dari seratus sampel yang dilakukan uji laboratorium oleh pihak DKK, hanya terdapat 13 sarana yang memenuhi syarat.
“Ini yang perlu kita evaluasi, kenapa untuk 87 sarana itu kok masih belum memenuhi syarat, ini kita akan lakukan penelusuran disitu. Apakah sarana tersebut belum dilakukan maintenance atau pembersihan tendon air. Jadi mulai dari dibangun sampai sekarang pernah dikuras atau tidak, itu kan bisa kita telusuri. Intinya untuk mewujudkan kualitas air minum yang dikonsumsi masyarakat itu aman,” pungkasnya. (YM/YM)










