Musim Hujan DBD Mengintai, Ayo Pergiat Gerbastik

oleh

Kudus, isknews.com – Memasuki musim penghujan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai mengintai. Banyak cara untuk mencegah DBD mulai dari menjaga kebersihan hingga mengenakan pakai tertutup untuk menghindari gigitan.

“Jaga kebersihan lingkungan, terutama pembuangan sampah harap diperhatikan supaya tidak menumpuk dan menyebabkan banjir hingga menjadi sumber penyakit seperti DBD,” ujar Kepala UPT BLUD Puskesmas Jati, Amad Muhammad saat UPT BLUD Puskesmas Jati bersama Muspika setempat mengajak masyarakat Desa Jati Kulon untuk melakukan Gerakan Bebas Jentik atau Gerbastik, Selasa (04/01/2020).

Kondisi lingkungan yang bersih dan nyaman menjadi salah satu aspek yang mendukung pembentukan daya tahan tubuh yang kuat. Upaya menjaga kebersihan lingkungan tak hanya berdampak positif untuk mencegah DBD, tapi juga melindungi tubuh dari beragam risiko penyakit lainnya.

TRENDING :  DKK Kudus Gelar Pertemuan KLB PD3I Pasca Bencana

Kegiatan dimulai dengan sosialisasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) itu ditujukan untuk menekan lonjakan kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) di masyarakat.

Amad Muhammad mengaku sejak awal tahun 2020, telah ada dua kasus DBD di daerahnya. Satu kasus terjadi di Desa Jati Kulon dan satunya di Desa Pasuruhan Kidul.

Bila dibandingkan dengan tahun lalu, angka DBD diawal tahun ini tergolong rendah. Dimana pada tahun 2019, kasus DBD di cakupan wilayah Puskesmas Jati mencapai 74 kasus.

TRENDING :  Sekda Soroti Pelayanan Buruk RSUD Kudus, "Sudah Saatnya Menswastakan Diri"

“Kasus yang ada, sebisa mungkin kita tekan. Jangan sampai terjadi lonjakan,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Januari sampai dengan Maret merupakan waktu yang rentan terjadinya lonjakan kasus DBD. Untuk itu, pihaknya bersama Muspika gencar menggerakkan masyarakat untuk melakukan Gerbastik. Utamanya pada daerah-daerah endemis DBD dan daerah dengan Angka Bebas Jentik (ABJ) yang rendah.

“Kita sudah jadwalkan untuk melakukan Gerbastik di 8 desa di wilayah cakupan Puskesmas Jati,” ucapnya.

TRENDING :  Kampanye Cegah Anemia, Ribuan Siswa SMA NU Al Ma'ruf Kudus Minum Tablet Tambah Darah

Delapan desa itu adalah Desa Jati Kulon, Loram Kulon, Pasuruhan Lor, Pasuruhan Kidul, Tanjungkarang, Jetiskapuan, Jati Wetan dan Ploso. Dalam kegiatan Gerbastik itu, masyarakat diajak untuk rutin melakukan pemantauan jentik nyamuk di bak mandi maupun tandon air yang ada di rumahnya.

“Kami cek dan pastikan bak mandi mereka bebas jentik. Jika ditemukan jentik, segera kami kuras,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga membagikan larvasida pada rumah-rumah yang memiliki bak mandi dengan ukuran jumbo. Serta sosialisasi PSN melalui siaran keliling menggunakan ambulance. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :