Kudus, isknews.com – Kabupaten Kudus mencatat pencapaian luar biasa dalam upaya penurunan angka stunting. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di Kudus pada tahun 2024 turun drastis menjadi 3,77 persen, jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 15,7 persen. Capaian ini bahkan berada di bawah target nasional yang ditetapkan sebesar 14 persen.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus, Revlisianto Subekti mengatakan, Keberhasilan ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dalam mengatasi masalah stunting melalui berbagai program intervensi yang melibatkan lintas sektor.
“Peringatan HGN ini menjadi momentum bagi kita untuk mengadakan seminar dan berbagi wawasan agar permasalahan gizi seperti stunting, wasting, underweight, dan overweight bisa terus ditekan,” ujar Revli dalam Seminar Hari Gizi Nasional (HGN) ke-65 yang digelar di Pendapa Kabupaten Kudus pada Rabu (12/2).
Ia menambahkan, keberhasilan ini tak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, kader kesehatan, organisasi profesi, hingga masyarakat. Ke depan, pihaknya berharap angka stunting dapat terus ditekan hingga mendekati nol persen.
“Tentunya ini adalah hasil kerja sama semua pihak, baik dari DKK, tenaga kesehatan, maupun masyarakat. Kami berharap pencapaian ini bisa dipertahankan dan terus ditingkatkan,” tambahnya.
Kepala DKK Kudus, dr. Andini Aridewi, menjelaskan bahwa data penurunan stunting diperoleh melalui survei yang melibatkan 780 anak dari 78 rute sampel. Meski hasil survei belum dirilis secara resmi oleh Kementerian Kesehatan, angka 3,77 persen telah dikonfirmasi oleh tim SSGI.
“Hasil survei menunjukkan angka stunting di Kudus sebesar 3,77 persen. Semoga angka ini benar-benar akurat dan bisa menjadi acuan untuk perbaikan kebijakan ke depan,” ujarnya.
Dalam seminar tersebut, dr. Andini juga menekankan pentingnya pola makan sehat bagi anak sejak usia dini. Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik akan berdampak langsung pada pertumbuhan dan perkembangan anak, serta mencegah terjadinya stunting.
Seminar Hari Gizi Nasional ke-65 kali ini mengusung tema Peran Pola Makan Sehat dalam Menciptakan Generasi yang Kuat dan Produktif. Acara ini menjadi salah satu upaya Pemkab Kudus dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang dan pola makan sehat guna mendukung pertumbuhan anak yang optimal.
Dengan pencapaian ini, Kabupaten Kudus diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya percepatan penurunan stunting secara efektif dan berkelanjutan. (AS/YM)







