Pengelola Parkir Pasar Kliwon Keluhkan Turunnya Pendapatan di Masa Pandemi Corona

oleh

Kudus, isknews.com – Pengelola retribursi parkir di area Pasar Kliwon Kudus PT Kolo Cokro Mandiri (KCM) mengeluhkan turunnya pendapatan khususnya selama masa pandemi Covid-19 sebesar hampir mencapai 50 persen setiap bulannya.

Area parkir pasar grosir terbesar di Pantura timur Jateng dengan luasan 5.325 meter per segi (m2) pemasukan sektor parkir di area ini tidak cukup bagi pihak pengelola untuk membayar kontrak sesuai perjanjian sewa lahan sebesar Rp 33,050 juta per bulan. Belum termasuk tambahan PPN sebesar 20 persen.

Area Parkir Pasar Kliwon Kudus (Foto: istimewa)

Perjanjian sewa lahan parkir Pasar Kliwon diteken pihak kedua PT Kolo Cokro Mandiri (KCM) dengan pihak pertama Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, 14 Juni 2019 selama tiga tahun.

“Sudah beberapa bulan selama masa pandemi Covid-19 ini kami merugi, karena setoran dari pelaksana parkir di lapangan tidak stabil,” ujar Suhadi, Direktur PT KCM, Rabu (10/06/2020).

Suhadi yang juga Ketua Ormas Lindu Aji kemudian mencoba melakukan evaluasi dengan mengerahkan sekitar 150 anggotanya untuk melakukan pengawasan selama sepekan di lapangan.

Selain itu melakukan sosialisasi kepada para pemilik serta karyawan toko dan kios di Pasar Kliwon agar bersedia membayar saat mereka memarkir kendaraan di depan tempat dasar dagangan.

Selama ini pemilik mobil atau sepeda motor tidak membayar parkir dengan alasan mereka menaruh kendaraan di depan toko dan kios sendiri.

Padahal para pedagang selama ini hanya membayar sewa toko dan kios, tidak termasuk lahan parkir.

“Kami ingin memaksimalkan pendapatan parkir dengan menarik pemilik maupun karyawan toko dan kios yang ada di Pasar Kliwon,” terangnya.

Sesuai perjanjian, penarikan retribusi parkir di Pasar Kliwon diminta melibatkan pengelola pihak ketiga dan petugas parkir lama. Namun dalam perjalanan, pihak ketiga dinilai lebih mendominasi penguasaan area lahan parkir hingga sekitar 60 persen.

Sementara setoran harian pengelola pihak ketiga dan petugas parkir lama selama satu bulan tidak stabil. Karena tidak boleh ada ikatan perjanjian, maka kewajiban setoran layak menjadi terabaikan.

Menurutnya, setiap bulan pihaknya harus membayar sewa lahan parkir sebesar Rp 33,050 juta dari luas lahan 5.325 m2 (Rp 6.206 per m2), ditambah PPN 20 persen atau total pengeluaran per bulan mencapai sekitar Rp 40 juta.

Sebelum masa pandemi, PT KCM masih mendapatkan keuntungan meski sangat minim. Sejak masa pandemi Covid-19, setoran dari pihak ketiga dan petugas parkir lama mengalami penurunan drastis, hanya sekitar Rp 25 juta per bulan.

Dari pihak ketiga yang menguasai lahan parkir sekitar 60 persen, biasanya setoran Rp 800 ribu per hari atau sekitar Rp 24 juta  per bulan. Tetapi selama masa Covid-19 turun drastis, bahkan sering kali kurang dari separuhnya.

“Dari evaluasi, kami hanya ingin satu pengelola saja yakni PT KCM. Tidak boleh ada bos di dalam bos, sehingga pengendali petugas parkir langsung di bawah PT KCM,” tegasnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Sudiharti melalui Kabid Pengelolaan Pasar Albertus Harys Yunanta mengatakan, target pendapatan parkir Pasar Kliwon Kudus sebesar Rp 396,606 juta per tahun atau Rp 33,050 juta per bulan, diperoleh dengan cara sewa lahan sehingga realisasinya langsung tertutup.

Pihak kedua dalam perjanjian pengelolaan sewa lahan parkir Pasar Kliwon, yakni PT KCM. Sedang penarikan retribusi di lapangan diminta tetap melibatkan petugas lama.

Terdapat tiga pasar yang pendapatan parkirnya dilakukan melalui perjanjian sewa lahan, yaitu Pasar Kliwon, Pasar Bitingan, dan Pasar Jember.

“Selama ini pembayaran sewa lahan parkir berjalan lancar. Semua bayar di muka setiap awal bulan, sehingga dapat dipastikan realisasi target pendapatan parkir ketiga pasar tersebut tidak ada masalah,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :