Kudus, isknews.com – Menurut data Kementerian Agama, kasus perceraian di Indonesia termasuk tinggi, bahkan paling tinggi di Asia Pasifik. Antara tahun 2005 sampai tahun 2010 saja, satu dari sepuluh pernikahan berakhir cerai. Dari angka tersebut, 70 persennya didominasi oleh gugatan cerai pihak istri, dengan alasan hubungan yang tidak harmonis. Jumlah kasus perceraian yang tinggi tersebut menandakan bahwa: sebenarnya banyak generasi muda yang memasuki dunia pernikahan, tanpa dibekali persiapan memadai.
Hal tersebut disampaikan oleh Afifah Afra seorang penulis buku “Sayap- Sayap Sakinah” dan penulis 56 judul buku lainnya serta CEO PT Indiva Media Kreasi, pada seminar yang bertajuk, “PHP not baper, Pemantasan Hingga Penikahan sehingga tidak menjadikan baper”, yang digelar oleh IMM Ar Rabani Stikes Muhammadiyah Kudus, Minggu (16/4/17) di Auditorium Kampus Stikes Muhammadiyah Purwosari Kudus.
Konsep ideal dalam sebuah pernikahan adalah, Keseimbangan, kesinambungan, kelestarian, Laki-laki dominan mawaddah-nya (cinta karena nafsu), sedangkan wanita dominan rahmah-nya (cinta kasih sayang). Dan dalam pernikahan, baik itu mawaddah maupun rahmah, harus diseimbangkan. Keseimbangan bisa terjadi jika masing-masing pasangan mau saling mengerti dan memahami satu sama lain. “Bahasa gaulnya: masing-masing pasangan tidak boleh egois, dan tidak boleh maunya menang sendiri,” ujarnya.
“Dengan adanya keseimbangan dan kesinambungan, maka akan membuahkan kelestarian pernikahan. Jadi, kelestarian pernikahan itu tidak datang dengan sendirinya. Harus diusahakan dan diupayakan. Kalau pernikahannya lestari, maka tidak akan ada perceraian”, tandas Afra.
Seminar dibuka oleh Ana Nurul Fitriyani selaku ketua panitia dan Abdul Rozq MPd. Wakil Ketua III mewakili kampus Stikes Muhammadiyah Kudus, dipandu oleh IMMawati Yuke Liza dan IMMawati Putri Dian, seminar dibagi menjadi dua sesi.
Dihadiri sebanyak 65 peserta, selain pembicara Afifah Afra, juga trainer dan motivator “psikologi Cinta dalam Rumah tangga” Suhariyanto Putra, S.Psi, dan sweet couple ustadz Muttaqin, S.Sy., M.H.I beserta istri Esty Rahayuningrum. Ustadz Muttaqin beserta istri yang menceritakan kisah dan perjuangan sebelum menuju jenjang pernikahan dengan judul “Pacari Aku Lewat Qobiltu”. (YM/MPI)










