Kudus, isknews.com – Maulid akbar dan haul ke 35 Habib Abdullah Bin Alwi Baagil yang diselenggarakan oleh keluarga besar Bin Alwi Baagil telah laksanakan Jum’at malam, (8/12/2017) di seputaran Jalan Pangeran Puger Desa Demaan Kecamatan Kota Kabupaten Kudus.
Ketua penyelenggara H.Muhammad, mengatakan setidaknya sekitar 500 orang hadir dalam acara tersebut, Diantaranya Drs.Catur Widiyanto (Camat Kota), Kapten Cpl Noor Ali (Danramil 01/Kota), Akp Muh Khoirul Naim (Kapolsek Kota), Habib Jafar Bin Muhammad Al Kaaf (Kudus), Habib Hasan Bin Abdurrahman Aljufri (Smg), Habib Jamal Bin Thoha Baagil (Batu Malang), Habib Ali Bin Usman Baagil (Kudus), Para Habaib dan Ulama Kudus dan masyarakat sekitarnya.
Habib Ali Bin Usman Baagil dalam Mauidhohnya menjelaskan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wasallam adalah hamba Allah dan utusan-Nya. Beliau adalah makhluk yang paling mulia di sisi Allah dan makhluk yang paling agung kedudukannya di sisi Allah.

Nabi Muhammad SAW menutup Nabi dan Rasul, Allah SWT agungkan Rasulullah melebihi dari segala manusia dan jin-jin beserta malaikat-malaikat. Allah SWT jadikan kita dengan berkat adanya Nabi Muhammad SAW menjadi sebaik-baiknya ummat.
Setiap orang yang mengikuti Rasul Shallallahu wa ‘ala alihi washahbihi wasallam mendapatkan bagiannya berkat cahaya Rasul Shallallahu wa ‘ala alihi washahbihi wasallam dalam setiap keadaannya, “Allah telah mengkhususkan umat ini dengan anugerah-Nya berkat Nabi Muhammad yang dengannyalah menyelamatkan kita dari kegelapan dan keburukan,” ujar beliau.
Lebih lanjut, Dikeluarkannya kita dari kegelapan menuju cahaya Islam dan cahaya Ilmu Hikmah, cahaya kemudahan dan keimanan dan sebaik-baiknya ajaran. Umat Nabi Muhammad saw disucikan dengan berkat Nabi Muhammad dari noda-noda kekufuran dan dari kesyirikan dan dosa-dosa besar, beliau (Nabi Muhammad) adalah sang manusia yang setiap malam selalu berdiri tahajjud dan sujud untuk Allah, hingga bengkak kakinya.
Dikatakan Habib Ali, Beliau adalah seorang yang zuhud yang melemparkan dunia ke belakang beliau tanpa ditoleh. Beliau lah yang berbekal diri dari dunia ini seperti bekalnya seorang musafir seadanya. Beliau mengorbankan serta mencurahkan dunia itu dengan penuh kedermawanan. Dengan tangan yang demikian bagaikan embun bagaikan hujan yang demikian derasnya di dalam memberi. “Beliau adalah pondasi di dalam segala perkara kebaikan dan beliau adalah pokok dalam segala perkara,beliau menjadi awal dan akhir dari segala kebaikan,” terangnya. Majelis malam ini diakhiri dengan Pembacaan doa oleh Habib Ja’far lewat sambungan telepon (AJ)










