Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Sejumlah petani di Desa Rengging Kecamatan Pecangaan mengeluhkan banyaknya serangan hama wereng yang menyerang padinya. Hama wereng ini menyerang tanaman padi sejak beberapa pekan ini. Dampaknya padi-padi milik petani ini terancam panen dini bahkan gagal panen. Salah seorang petani di Desa Rengging Supiyah mengungkapkan, awalnya sejak tanam, padi berkembang dengan baik, hanya saja beberapa pekan terakhir saat padi sudah mulai berbulir, muncul hama wereng sehingga padi menjadi kering dan terancam gagal panen.
“Awalnya perkembangan padi cukup bagus, namun saat padi mulai nyoloti, muncul wereng sehingga kini padi terancam. Perkembangannya cukup cepat,” katanya, Rabu (31/5/2017).
Lebih lanjut Supiyah menambahkan, setelah mengetahui wereng menyerang padi, dirinya langsung berusaha melakukan pengendalian dengan menyemprotkan pestisida. Hanya saja, katanya, untuk mengatasi wereng ini memang sangat sulit. “Seketika itu langsung kita kendalikan dengan menyemprotkan pestisida berkali-kali. Hanya saja, dari satu koloni mati muncul koloni-koloni wereng yang lebih banyak. Untuk mengatasi wereng memang susah dibandingkan dengan hama lainnya,” jelasnya.
Selain melakukan pengendalian menggunakan pestisida, lanjut Supiyah, dirinya beserta petani-petani lain di wilayahnya juga mengurangi pasokan air ke sawah, dengan harapan agar perkembangan koloni wereng tidak semakin menjadi-jadi. Hanya saja, dirinya merasa cukup dilema lantaran saat ini padi membutuhkan suplei air yang cukup karena bulir padi baru muncul. “Sebagian padi yang lain sudah mulai berisi sehingga mungkin masih bisa panen meskipun hasilnya tidak maksimal. Hanya untuk yang baru keluar ini, bisa saja gagal panen,” imbuhnya.
Petani lainnya Sumarlan, juga mengungkapkan kegelisahannya lantaran serangan hama wereng ini. Dirinya mengaku telah berusaha melakukan pengendalian, hanya saja sepertinya tidak terlalu berhasil. Wereng masih saja nempel di tanaman padi. “Ya kita sih sudah melakukan upaya pengendalian, namun memang sulit. Ya kita tunggu saja, jika memungkinkan sampai panen ya syukur kalau tidak ya kita panen seadanya,” tandasnya. (ZA)









