Kudus, isknews.com – Pondok Pesantren (Ponpes) Al Chalimi yang berada di Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus membuka pendaftaran siswa baru. Di tahun ajaran baru ini, Ponpes Al Chalimi memperkenalkan program unggulannya. Yakni pondok tahfidz modern ramah anak.
Ketua Umum Pengurus Yayasan Al Chalimi Kudus, Solikhin mengungkapkan dalam pembukaan pendaftaran santri baru ini dilakukan dengan kegiatan Mapaq Poso atau menyambut bulan Ramadan. Kegiatan ini pun diisi dengan tasyakuran sederhana dihadiri oleh para ulama di Kabupaten Pati dan Kudus.
“Malam ini kami mengadakan kegiatan Mapaq Poso serta tasyakuran dalam rangka penerimaan santri baru tahun ajaran 2023-2024,” kata Solikhin di sela kegiatan malam tadi, Minggu (19/03/2023).
Pihaknya menjelaskan program unggulan pondok tahfidz modern ramah anak. Sebab, Ponpes Al Chalimi sejak awal berdiri merupakan sebuah ponpes tahfidz yang memiliki santri usia anak-anak, kelas 1-6 MI (Madrasah Ibtidaiyah).
Lebih lanjut di tahun ajaran baru ini, Solikhin mengungkapkan bahwa santri akan dibebaskan biaya uang gedung. Namun untuk biaya masuk sebesar Rp 3,9 juta, ditambah syahriah bulanan sebesar Rp 900 ribu.
“Ponpes ini bebas uang gedung, dan mengedepankan sistem modern,” ungkapnya.
Bahkan, di tahun ini pihak Ponpes juga memberikan kemudahan bagi wali santri untuk memantau anak-anaknya. Hanya dengan memantau lewat handphone masing-masing, mereka bisa melihat kegiatan putra-putrinya.
“Tidak hanya itu, ada juga small talk bahasa Inggris dan Bahasa Arab dalam kegiatan sehari-hari. Kemudian kajian kitab kuning, hingga safari dakwah,” jelasnya.
Bahkan di tahun ajaran baru ini, Ponpes juga akan membuka MI kepada masyarakat umum. Tidak hanya santri di Ponpes Al Chalimi saja yang mendapatkan ilmu agama dari para ustad dan ustadzahnya, namun warga sekitar juga diperbolehkan untuk ikut bergabung bersekolah di MI Al Chalimi.
“Tujuan semua ini karena kita harus menghadapi zaman. Pesantren harus lebih maju dan melek teknologi, melihat kondisi dan situasi seperti sekarang hadirlah program-program baru ini,” terangnya.
Dengan program-program baru di tahun ajaran baru, Solikhin berharap Ponpes bisa diminati banyak masyarakat. Sehingga langkah orang tua memilih putra putrinya mondok di Al Chalimi Kudus, bisa berdampak pada masyarakat luas, bangsa, serta agama.
Sebagai informasi, Ponpes Al Chalimi ini berdiri sejak tahun 2005.
Yayasan Al Chalimi adalah yayasan yang dirikan oleh keluarga besar dari KH Chalimi. Di mana beliau adalah adik dari KH Muhammadun Pati.
Para putra putri KH Chalimi secara ikhlas mewakafkan sebidang tanah seluas 3000 meter persegi untuk keperluan didirikan Masjid Al Chalimi agar warga sekitar dan Pondok Pesantren Al Chalimi beserta membangun sesuai peruntukanya yang semuanya ditujukan untuk kemslahatan umat. (YM/YM)










