,

Posyandu Serentak Tanda Dimulainya Intervensi Pencegahan Stunting di Kudus

oleh -887 kali dibaca

Kudus, isknews.com –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengintervensi gerakan serentak untuk menurunkan angka gangguan pertumbuhan pada anak atau tengkes (stunting).

Kabid Kesehatan Masyarakat pada DKK Kudus, Nuryanto menyampaikan, Posyandu menjadi sarana utama dalam upaya pencegahan stunting ini. Pada bulan Juni 2024, tengah dilakukan pengukuran serentak di Posyandu dengan kegiatan penimbangan dan pengukuran panjang badan bagi balita,

“Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam mendeteksi risiko stunting serta memberikan penanganan dini bagi masyarakat yang membutuhkan,” terang Nuryanto, Kamis, 6 Juni 2024.

“Sebenarnya sudah kita lakukan sejak Januari 2024, Cuma dari Kemenkes dan Kemendagri menggiatkan di Bulan Juni di seluruh Indonesia, jadi kita kuatkan kembali (gerakan intervensi),” sambungnya.

Penimbangan serentak ini, lanjut Nuryanto, nantinya akan di-input di aplikasi E-PPGBM (elektonik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat) milik Kemenkes RI.

Nuryanto melanjutkan, angka stunting di Kabupaten Kudus telah mengalami penurunan sejak 2023 lalu. Pada Survei Kesehatan Indonesia (SKI), prosentase stunting di Kudus menurun dari 19 persen di tahun 2022 menjadi 15,7 persen di tahun 2023.

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Undaan, Amad Mochamad menambahkan bahwa Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di wilayah kerja setempat,

“Kami jadwalkan mulai 4-15 Juni 2024 di masing-masing posyandu. Untuk sasaran di wilayah kerja Puskesmas Undaan ada 3.205 anak, tersebar di 10 desa,” tandasnya.

“Dengan komitmen bersama, kita dapat mencegah stunting dan memberikan perlindungan terbaik bagi generasi masa depan. Mari sukseskan program pencegahan stunting melalui partisipasi aktif di Posyandu bulan Juni 2024. Ayo jaga kesehatan balita dan ibu hamil, demi masa depan yang lebih baik!,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :