Prof. Abdul Mu’ti dan Prof. Darsono Sepakat UMK Jadi Pelopor Inovasi Pendidikan pada Seminar TELCECON #5

oleh -745 Dilihat
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., serta Rektor UMK, Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si. dalam Seminar Nasional Teaching, Linguistics, Culture and Education Conference (TELCECON) ke-5 yang digelar di Auditorium UMK, Selasa (7/10/2025) (Foto: Humas UMK)

Kudus, isknews.com – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK) kembali mencatat sejarah melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Teaching, Linguistics, Culture and Education Conference (TELCECON) ke-5 yang digelar di Auditorium UMK, Selasa (7/10/2025).

Kegiatan ini mengusung tema “Masa Depan Pendidikan: Implementasi Deep Learning dalam Pembelajaran” dan menghadirkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., serta Rektor UMK, Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si.

Dalam sesi utama, Prof. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa masa depan pendidikan Indonesia tidak boleh lagi terpaku pada pola transfer pengetahuan semata.

“Pendidikan masa depan menuntut lebih dari sekadar menghafal. Deep learning menekankan pada pemahaman mendalam, kemampuan berpikir kritis, serta kreativitas peserta didik. Inilah arah baru pendidikan yang harus kita dorong bersama,” ungkapnya.

Ia pun mengapresiasi langkah UMK yang konsisten menghadirkan forum akademik berskala nasional seperti TELCECON. Menurutnya, ajang ini menjadi ruang kolaborasi penting bagi para pendidik, mahasiswa, dan peneliti untuk merespons tantangan era digital.

“Saya mengapresiasi UMK yang tidak hanya menghadirkan forum ilmiah, tetapi juga terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi pembelajaran,” tambahnya.

Momentum TELCECON #5 semakin istimewa karena Prof. Abdul Mu’ti juga berkesempatan meresmikan pembangunan FKIP Tower, gedung perkuliahan tujuh lantai yang akan menjadi ikon baru UMK. Gedung tersebut dirancang sebagai pusat aktivitas akademik sekaligus sarana pengembangan inovasi pembelajaran di masa depan.

Rektor UMK, Prof. Darsono, menegaskan bahwa penyelenggaraan TELCECON dan pembangunan FKIP Tower merupakan bukti nyata komitmen kampus dalam menjawab tantangan zaman.

Deep learning bukan sekadar teknologi, tetapi cara berpikir baru dalam pembelajaran. Guru dan calon guru harus mampu memanfaatkannya untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan adaptif,” ujarnya.

Selain menghadirkan Menteri dan Rektor, TELCECON #5 juga menampilkan akademisi dan praktisi pendidikan dari berbagai perguruan tinggi yang membedah implementasi Artificial Intelligence (AI), Machine Learning, literasi digital, hingga inovasi pedagogi. Para peserta turut mempresentasikan hasil penelitian mereka dalam sesi paralel yang mencakup bidang teaching, linguistics, culture, dan education technology.

Dengan TELCECON ke-5 serta pembangunan FKIP Tower, UMK menegaskan perannya sebagai pelopor inovasi pembelajaran, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan nasional maupun internasional. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.