PUPR Kudus Bangun 4 Drainase di Titik Rawan Genangan Antisipasi Musim Hujan

oleh

Kudus, isknews.com – Sejumlah wilayah rawan genangan di Kabupaten Kudus kini sedang dilaksanakan pekerjaan penataan saluran drainase dan gorong-gorong guna meminimalisir terjadinya luapan air kala musim penghujan nanti.

Dari pantauan media ini disejumlah kawasan rawan genangan, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kudus tengah menyiapkan empat drainase baru yang tersebar di Jalan Menur, Jalan Bhakti, Jalan Pemuda, serta Jalan Gribig.

Kabid Tata Bangunan dan Drainase Harry Wibowo menyatakan pembangunan drainase ini menggunakan anggaran Bantuan Gubernur (Bangub) 2019 dengan total nilai Rp 5,5 miliar. Dengan masa pengerjaan ditargetkan berakhir tanggal 15 Desember mendatang.

TRENDING :  Peroleh Dana Hibah Rp 10 M, PDAM Alokasikan Pembuatan 4000 Saluran bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Saluran drainase di kawasan Desa Megawon Mejobo Kudus (Foto: YM)

Secara rinci dia menyebut, pembangunan drainase sepanjang meter di Jalan Menur dianggarkan Rp. 1,5 miliar. Lalu di Jalan Bakti dianggarkan Rp. 2 miliar, di Jalan Pemuda Rp. 0,5 miliar dan di Sudimoro Rp. 500juta.

“Pembangunan empat drainase ini beda-beda. Ada yang spacenya besar sedang dan kecil. Tergantung dengan kebutuhan pembuangan di masing-masing kawasan,” katanya, Rabu (09/10/2019).

Kabid Tata Bangunan dan Drainase Dinas PUPR Kabupaten Kudus, Harry Wibowo (Foto: YM)

Pengerjaan di tiap titik akan berbeda-beda jaraknya. Tergantung dengan titik pembuangan setempat. Hari menjelaskan seperti pada Jalan Bhakti, titik akhir pengerjaan akan berada pada jembatan perbatasan Desa Rendeng dan Burian.

Sedang pada Jalan Pemuda, akan berakhir di Jembatan sisi kanan Hotel Air Mancur. Untuk Jalan Menur, akan dibuang di Jembatan di pertigaan Pasar Kliwon. “Jadi memang disesuaikan dengan titik akhir pembuangan,” lanjutnya.

TRENDING :  Hindari Limpas, Jembatan Golantepus Kudus Ditinggikan

Hari menjelaskan, untuk pengerjaan drainase sendiri memang dimulai dari hilir terlebih dahulu. Mengingat pembuangan menjadi titik kunci dari drainase. Jika di hulu bagus, tetapi di hilir tidak bisa menampung arus, maka akan terjadi pembludakan.

Kawasan Drainase dikawasan jalan Menur Kramat Kudus (Foto: YM)

“Karena itulah untuk pengerjaan drainase dilakukan dari hilir ke hulu,” terangnya.

Hanya, kendalanya memang di lapangan. Saluran hilir biasanya terdapat di daerah-daerah dengan area yangsempit. Sehingga sedikit menyulitan pekerjaan. “Kalau berbicar target selesai, asal cuaca mendukung pasti rampung,” ucapnya.

TRENDING :  Jalan Poros Jati Wetan Sepanjang 1,3 Kilometer Rusak Parah, Desa Ajukan Perbaikan

Ditegaskannya pembangunan drainase ini tidak serta merta mengurangi volume air di daerah tersebut. Melainkan mengurangi intensitas genangan.

“Misal biasanya genangannya sekitar 10 sampai 15 menit. Dengan adanya drainase ini, harapannya waktunya bisa berkurang. Ya, kurang dari lima menit sudah surut,” terang dia.

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kudus tengah menggarap empat drainase baru di seputaran Kota Krtek. Empat titik sendiri tersebar di Jalan Menur, Jalan Bhakti, Jalan Pemuda, serta Jalan Gribig.

Selain membangun empat drainase baru, perawatan gorong-gorong yang telah ada juga rutin di lakukan. Seperti pada Jalan Sosrokartono, Jalan Pedawang, dan beberapa daerah lain. Hanya, anggarannya bersumber dari APBD. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :