Ratusan Rumah di Empat Desa Di Kudus Masih Terkepung Banjir – Tak Ada Warga Mengungsi

oleh

Kudus, isknews.com – Banjir hari ini masih melanda empat desa di Kecamatan Kaliwungu dan Jati Kudus, Senin (24/02/2020). Sedikitnya 115 rumah dengan 352 jiwa yang tersebar di Desa Setrokalangan, Desa Banget dan Desa Kedungdowo (Kaliwungu), serta puluhan rumah warga Dukuh Goleng Desa Pasuruan Lor serta Dukuh gendok dan Barisan di Desa Jati Wetan Kecamatan Jati Kudus,

Genangan air didesa-desa tersebut bervariasi air menggenangi persawahan dan perkampungan warga dengan genangan setinggi antara antara 30 cm hingga 50 cm.

Sementara sekitar 400 rumah warga di Dukuh Karangturi Desa Setrokalangan terisolir setelah genangan air setinggi satu meter menutup akses jalan sepanjang 500 meter menuju pemukiman.

Tak satu pun rumah di pedukuhan itu tergenang, namun warga tidak dapat keluar untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan. Kalau pun nekat harus menerobos genangan sebelum sampai ke jalan raya.

TRENDING :  Akan Ada Kejutan Saat Kirab Budaya Nanti Malam
Suasana banjir yang menggenangi Desa Setrokalangan Kaliwungu Kudus (foto: YM)

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, hingga Minggu petang sekitar pukul 18.00, genangan masih cukup tinggi.

Namun warga belum bersedia diungsikan dan memilih tetap bertahan di rumah masing- masing. Untuk kawasan pemukiman warga Dukuh Karangturi cukup aman.

“Hanya akses jalannya saja tertutup genangan, salah satu alternatif
memutar jauh melewati tepi tanggul tapi sulit dilintasi kendaraan roda
dua,” terangnya.

Adapun rincian penduduk terdampak banjir di Desa Setrokalangan sebanyak 57 rumah (202 jiwa), Desa Banget 32 rumah (95 jiwa) dan Desa Kedungdowo 26 rumah dengan 55 jiwa.

TRENDING :  Hari Pertama Sosialisasi Satu Arah Jalan Sudirman Berjalan Lancar
Jalanan di Dukuh Karangturi Desa Setrokalangan Kaliwungu Kudus yang tertutup air (Foto: YM)

Air menggenangi rumah warga akibat tingginya curah hujan yang terjadi beberapa hari terakhir, diperparah limpasan spillway yang berasal dari Sungai Wulan dan Sungai Gelis, serta meluapnya sodetan Sungai Welahan Drains (SWD) I.

“Seluruh relawan kami siagakan dan terus memantau kondisi lapangan,” ungkapnya. Desa Setrokalangan selama ini menjadi langganan banjir karena berada di daerah cekungan. Awal 2014, banjir setinggi tiga meter menenggelamkan ratusan rumah warga dan area pertanian.

Camat Kaliwungu Kudus, Harso Widodo menyatakan, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama instansi terkait untuk penanganan banjir di tiga desa tersebut.

Terutama untuk pemenuhan kebutuhan logistik, kesehatan warga, pendidikan siswa SD dan buruh pabrik atau swasta. Bantuan logistik tiga hari ke depan dicukupi Dinas Pertanian, sedang masalah kesehatan ditangani Puskesmas keliling, PMI dan mobilitasnya dibantu BPBD.

TRENDING :  Modul Semangat Meraih Prestasi dan Siap Sekolah Bagi 1.860 ibu di Kudus dan Pati

“Untuk 19 siswa SD yang ikut try out, dijemput kendaraan Satpol PP.
Kegiatan digelar di SD Negeri 2 Setrokalangan, setelah SD Negeri 1
Setrokalangan kemasukan air,” katanya.

Sementara, banjir setinggi satu meter sempat menggenangi puluhan rumah warga di Dukuh Goleng Desa Pasuruhan Lor, Jati Kudus. Kini air mulai surut dengan tinggi genangan tinggal sekitar 30 cm- 50 cm. Selain rumah, puluhan hektare area pertanian dan akses jalan satu- satunya ke Dukuh Goleng terendam banjir.

“Kami telah menyiapkan balai desa dan madrasah untuk lokasi pengungsian, jika banjir tidak segera surut,” ujar Kepala Desa Pasuruan Lor, Noor Badri. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :