Ratusan Siswa SMA Muhammadiyah Kudus Gelar Karya Kewirausahaan dan Pentas Seni

oleh -191 Dilihat
Puluhan stan didirikan untuk implementasi kurikulum merdeka bertemakan kewirausahaan yang digelar oleh siswa SMA Muhammadiyah Kudus (Foto : YM)

Kudus, isknews.com – Implementasikan Kurikulum Merdeka, ratusan siswa SMA Muhammadiyah Kudus melaksanakan Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema kewirausahaan dan pentas seni, di halaman indoor lapangan bola basket sekolah mereka, Kamis, 15 Desember 2022.

Kegiatan yang dikolaborasikan hasil ekstrakurikuler siswa-siswi tersebut, diharapkan siswa lebih kuat karakter profil pelajar Pancasila. Sedikitnya ada 24 stand kewirausahaan yang disuguhkan oleh para siswa kelas X di SMA Muhammadiyah Kudus. Mayoritas dari siswa menyajikan berbagai macam olahan makanan atau kuliner dan barang-barang kerajinan.

Para siswa menyajikan makanan dan minuman hasil olahan mereka sendiri. Setiap stand juga nampak ramai dikerubungi oleh siswa lainnya yang terlihat tertarik untuk membeli. Ada yang menjajakan jajanan tradisional, jamu tradisional, minuman kekinian, jajanan kekinian, hingga gorengan dan makanan ringan lainnya.

Selain praktek kewirausahaan, siswa-siswi juga menggelar pentas seni (Foto: YM)

Kepala SMA Muhammadiyah Edi Kusmanto menyampaikan, Gelar Karya tema kewirausahaan ini menjadi salah satu kegiatan yang masuk dalam struktur implementasi kurikulum merdeka berupa P5. Kegiatan ini merupakan hasil pembelajaran siswa yang telah berlangsung selama satu semester.

“Ada tiga hal penting dalam P5 yang digelar karyakan, selain kewirausahaan, juga kesenian yang mempresentasikan kebhinekaan. Dengan tema tersebut, sekolah ingin memberikan bekal pengetahuan berwirausaha kepada mereka. Ini merupakan implementasi dari kurikulum merdeka yang ada di sekolah, nanti semesetr depan akan kita tampilkan tema berikutnya, insyaallah nanti ada tema Gaya Hidup Berkelanjutan,” tuturnya.

Edi melanjutkan, Gelar Karya hari ini juga ditujukan untuk membangun karakter jiwa enterpreneur dari para siswa. Dimana, ada sekira 163 siswa yang terbagi dalam 6 kelompok yang ikut. Siswa kelas X ini sendiri merupakan sasaran dari pembelajaran P5.

“Kami menyadari bahwa anak lulusan SMA tidak semua bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, jadi kita berikan bekal enterpreneur semacam ini untuk nantinya bisa dimanfaatkan setelah lulus,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya mengungkapkan bahwa tahun ajaran baru nanti akan dihadirkan kelas vokasi baru, yakni kelas tata boga dan kelas design grafis. Pihak sekolah pun telah melakukan kerjasama atau MoU dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus terkait dengan pengadaan sertifikat untuk legalitas.

“Dengan pendidikan vokasi berati kita akan aplikasikan pembelajaran doubletrack. Nanti juga ada sertifikat sebagai legalitasnya dan saat ini sudah bekerjasama dengan BLK yang sudah memberikan MoU untuk sertifikat tata boga dan design grafis,” ungkapnya.

Nantinya, tambah Edi, kelas vokasi tersebut akan dimasukkan dalam kurikulum dan tidak hanya sebagai ekstrakurikuler.

“Nanti ada satu kelas untuk tata boga dan satu kelas juga untuk design grafis, ini kita persiapkan untuk nantinya bisa kita terapkan di tahun ajaran baru besok,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.