Kudus, isknews.com – Suasana berbeda tampak di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 4459304 atau yang dikenal dengan SPBU Matahari, Senin (21/4/2025). Sejumlah karyawan tampak mengenakan kebaya dan pakaian adat saat melayani konsumen. Inisiatif ini dilakukan untuk memperingati Hari Kartini, sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Raden Ajeng (RA) Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan hak perempuan di Indonesia.
Admin SPBU Matahari, Zakia, menyampaikan bahwa seluruh karyawan perempuan memakai kebaya, sementara karyawan laki-laki mengenakan pakaian adat khas Kudus. Penampilan tersebut diberlakukan untuk dua shift kerja, yakni pagi dan siang.
“Dua shift kerja baik pagi dan siang ini, memakai kebaya dan pakaian Kudusan. Jadi selama sehari ini melayani pembelian bahan bakar menggunakan kebaya,” jelasnya saat ditemui di lokasi.
Zakia mengatakan, pemakaian kebaya tersebut merupakan inisiatif internal SPBU, bukan instruksi dari Pertamina. Meski demikian, sebagian besar SPBU di Kudus juga turut mengenakan pakaian tradisional dalam memperingati Hari Kartini.
“Tidak memakai pakaian kebaya pun tidak masalah, karena memang dari Pertamina tidak mewajibkan. Ini inisiatif di masing-masing SPBU. Setahu saya SPBU di Kudus sebagian besar mengenakan kebaya di Hari Kartini ini,” ujarnya.
Melalui momentum ini, pihaknya ingin mengenang dan meneladani semangat RA Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan agar bisa sejajar dengan laki-laki. Menurutnya, semangat itu masih sangat relevan dan menginspirasi hingga saat ini.
“Jadi beliau adalah sosok teladan perempuan yang perlu ditiru dalam perjuangannya. Makanya, hari ini kita bersemangat sekali untuk memperingati,” pungkasnya.
Penampilan para karyawan dengan busana tradisional ini pun disambut positif oleh konsumen yang datang, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya peran perempuan dalam berbagai sektor, termasuk pelayanan publik. (AS/YM)







