Realisasi Triwulan 1 Penerimaan KPPBC – TMC Kudus Tahun 2017 Capai Rp. 2,502 Triliun

oleh

Kudus, isknews.com – Target penerimaan Kantor pengawasan dan pelayanan bea dan cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai (TMC) Kudus pada tahun 2017 sebesar Rp36,758 triliun, dari rincian target penerimaan cukai sebesar Rp36,705 triliun dan target penerimaan kepabeanan sebesar Rp. 53,005 miliar.

“Sedangkan triwulan 1 per tanggal 20 April 2017, realisasi penerimaan senilai Rp. 2,502 trilun.” Terang Kepala KPPBC Kudus, Suryana, sesaat setelah pemusnahan 2
rokok ilegal, Jumat (21/4/2017).

Lebih rinci, pihaknya menyampaikan, untuk target penerimaan cukai, realisasi yang ada mencapai 6,76 persen, atau senilai Rp2,478 triliun. Sementara, realisasi penerimaan kepabeanan mencapai Rp. 22,1 miliar, atau 41,76 persen.

TRENDING :  Gagal Penuhi Target Tahun lalu, Pemerintah Diminta Genjot Penerimaan Kas Negara dari Sektor Pajak

Penindakan terus dilaksanakan, Suryana berharap, Pangsa pasar rokok ilegal yang telah ditindak, nantinya bisa dibidik oleh rokok legal, yang membayar cukai.

Sebelumnya diberitakan media ini, Kantor pengawasan dan pelayanan bea dan cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus mengadakan kegiatan pemusnahan badan milik negara (BMN) hasil penindakan pada Jum’at, (21/5/2017).

TRENDING :  Ini Do'a dan Amalan Pada Rabu Terakhir di Bulan Shaffar

Pemusnahan dengan diawali kegiatan Ceremonial di aula kantor, dan pembakaran sample obyek pemusnahan dihalaman depan gedung kantor yang dilaksankan bersama sama dengan para undangan, dilanjutkan penandatanganan berita acara pemusnahan, dan selanjutnya diakhiri dengan pemberangkatan obyek pemusnahan menuju TPA Tanjung Rejo untuk ditimbun.

Suryana kepala kantor pengawasan dan pelayanan bea cukai tipe madya cukai kudus kepada awak media mengatakan, kegiatan pemusnahan ini berupa 23,5 ton barang milik negara (BMN) dengan perkiraan nilai sebesar Rp 8,557 miliar.

TRENDING :  Penerimaan Cukai Kudus Capai Rp 10,8 Triliun

“Dari BMN diatas, kami melakukan sebanyak 36 kali penindakan per tanggal 31 Mei 2016 – 23 Februari 2017, yang dilaksanakan unit intelejen dan penindakan di wilayah kerja KPPBC TMC Kudus,” Ujarnya

Dengan demikian potensi kerugian keseluruhan Rp. 5.579 miliar, “Barang milik negara (BMN) tersebut diantaranya limpahan dari kanwil DJBJ Jateng DIY, polres pati, barang rampasan, dan lainnya,” Jelasnya (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.