Rehabilitasi Jembatan Hongosoco Prioritas Di APBD Perubahan

oleh -335 Dilihat

Kudus, isknews.com – Kondisi jembatan Braholo ruas jalan penghubung antara Ngelo-Dau yang melintas diatas Sungai Piji di Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kudus, akan secepatnya dilakukan perbaikan.

Kerusakan sebagian jalan yang terlihat berlubang itu akan dilakukan penanganan dengan menggunakan mekanisme perbaikan rutin.

Menurut Pelaksana Tugas Kadinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Arief Budi Siswanto, pihaknya memprioritaskan perbaikan dengan melalui APBD perubahan sebesar Rp 200 juta.

Kebijakan dilakukan dengan mempertimbangkan lalu lintas harian di atas akses penghubung tersebut yang cukup padat setiap harinya.

“Nanti kita akan perbaiki terutama pada section jembatan yang rusak,” ujar Arief dan staf saat memantau pemasangan rambu kerusakan jembatan di lokasi, Selasa (14/07/2020) sore.

Plt Kadinas PUPR Kabupaten Kudus, Arief Budi Siswanto, saat memantau jembatan Barholo di Desa Honggosoco, Jekulo Kudus (foto: YM)

Menurutnya, teknis rehabilitasi jembatan yang akan dilakukannya adalah dengan menyesek sebagian ruas jembatan yang akan diganti dasaran plat bondek atau material pelapis lantai dasar jembatan, setelah itu dilakukan pengecoran lantai beton.

“Nantinya bagian yang akan diperbaiki adalah sepanjang 22 meter dan lebar 5 meter. Idealnya, jembatan harus dibangun ulang dengan estimasi dana sekitar Rp 10 miliar namun pembangunan ulang belum dapat dilaksanakan dengan pertimbangan ketersediaan dana, ” kata dia.

Sebelum proses perbaikan darurat digelar, kendaraan yang melintas hanya dibatasi maksimal bertonase 8 ton. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait pemasangan water barrier.

”Pembatasan tonase untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” imbuhnya.

Senada dengan Arief, Kabid Bina Marga Harry Wibowo, jembatan rusak pada dua dari enam pilar lantai serta struktur lantai bawahnya sejak 1993.

“Kerusakan karena disamping usia jembatan yang sudah tua juga akibat overloud serta kapasitas kendaraan yang melintas diatas ruas jembatan ini,” kata dia.

Dinas PUPR sudah mengusulkan pembangunan ulang akses penghubung Pantura Timur sepanjang 51 meter dan lebar 5 meter sejak 2018.
Dari pantauan media ini saat ini, di lokasi telah dipasang sejumlah drum sebagai penanda terdapat lubang pada bagian tengah jembatan.

”Sebagai antisipasi saja, selanjutnya akan dilakukan penanganan darurat,” imbuhnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.