Rekrut 3000 Saksi, PAN Kudus Fokus Tingkatkan Perolehan Kursi dan Pendidikan Politik Kader

oleh -404 Dilihat
Ketua DPD PAN Kudus Endang Kursistiyani (tengah) bersama Bupati Kudus Hartopo dan Sekretaris DPD PAN Rochim Sutopo usai pelaksanaan Diskusi Panel tentang Ideologi Pancasila beberapa waktu lalu (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Dibawah nahkoda Endang Kursistiyani, DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Kudus, kini tengah mempersiapkan sejumlah hal terkait upaya peningkatan jumlah kursi di DPRD Kudus, setelah pada periode pimpinan sebelumnya sempat merosot perolehan kursinya.

Endang menyebut pihaknya kini telah mendekati angka 100 persen menuju kesiapan pengajuan calon legislatif (caleg) yang akan berkontestasi pada Pemilihan legislatif (pileg) 2024 mendatang. Setidaknya dia menyebut telah mempersiapkan 45 orang kader yang telah siap dimajukan dalam pencalegkan tersebut di 4 Daerah Pemilihan (Dapil) di Kudus.

“Kita terus bergerak dan membentuk sinergitas, tatap muka, talkshow, diskusi. Untuk anak muda, saya ajak dalam kegiatan energis yang mereka suka, mengadakan kelas atau pelatihan dengan bimbingan akademisi yang memumpuni,” ujarnya, Jumat (28/04/2023).

Endang yang juga isteri seorang perwira tinggi Polri ini juga menyebut tak hanya kesiapan calegnya saja. DPD PAN Kudus juga telah membentuk saksi. Sebelumnya sebanyak 400 orang calon saksi TPS tahap pertama telah mengikuti Training of Trainer (ToT) yang digelar oleh DPP, DPW dan DPD PAN di tiga lokasi di Kudus.

“DPD melalui Badan Saksi Daerah mengundang ratusan kader yang diploting akan menjadi saksi pada masa pemilu untuk diberikan pembekalan terkait tugas pokok dan fungsi (tupoksi) para saksi di pada pesta demokrasi nantinya,” kata dia.

Meski ia mengaku belum mengetahui jumlah TPS pada Pemilu 2024. Namun dia optimis akan merekrut saksi untuk menghadapi pemilu nantinya dengan target setiap TPS terdapat satu saksi.

“Saksi juga akan diberikan pembekalan terkait tugas sebagai saksi. Karena peran mereka sangat vital dalam merealisasikan target partai. Sedangkan pemilu sebelumnya jumlah saksinya tidak sampai 3.000 orang. Sehingga tahun ini diperbanyak dengan harapan raihan suaranya lebih maksimal,” ujarnya.

Sedangkan kekurangannya akan segera dipenuhi. Karena terdapat beberapa persyaratan yang yang harus dipenuhi untuk ditetapkan sebagai saksi.

Di antaranya, harus memiliki kartu tanda anggota (KTA) PAN, memiliki gawai berbasis android. Serta memiliki keluarga besar yang nantinya untuk menambah perolehan suara PAN.

Dijelaskannya saat ini pihaknya juga fokus pada sosialisasi dan pendidikan politik untuk meyakinkan bahwa peran serta masyarakat sangatlah penting dalam berpolitik, untuk pendidikan politik diajarkan seperti efek buruk akibat dari golpot, dan lain sebagainya.

“Dari muda kita tanamkan tujuan partai itu apa, menunjukkan rasa simpati, bermanfaat bagi orang lain dan membantu rakyat,” tandasnya.

Menurut dia, caleg yang akan diajukan bertarung pada pemilihan legislatif merupakan caleg yang mempunyai kemampuan, baik dari segi ketokohan, kemampuan mempengaruhi dan kemampuan finansial untuk membiayai kegiatan-kegiatan penggalangan massa.

“Orang-orang yang saya tempatkan sebagai caleg di semua dapil mempunyai kesempatan yang sama untuk duduk menjadi anggota DPRD. Karena mereka berkompetisi secara demokratis yang sehat, jadi sama-sama berpeluang,” terangnya.

Sebagai informasi Endang menyebut bahwa kuota wanita dan pemuda yang diperuntukkan telah terurus dan siap untuk dipenuhi. Dia tak menampik bahwa setiap partai mempunyai strategi masing-masing dalam menyongsong kemenangan.

Disinggung soal dukungannya kepada kandidat calon presiden, usai PDIP resmi mengumumkan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo sebagai bakal capres 2024. PAN yang selama ini dikenal sebagai penyokong pemerintah, diketahui Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengaku siap berkoalisi dengan PDIP.

Terkait pernyataan tersebut, Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus Anggota Komisi D DPRD Kudus, Endang Kursistiyani menyebut belum ingin berkomentar mengenai hal tersebut. Menurutnya fokus yang terpenting saat ini ialah memikirkan yang berada di Kota Kretek terlebih dahulu.

“Saat ini belum ada keputusan, di KIB juga belum ada, sebagai ketua DPD belum menjadi prioritas untuk masuk keranah itu, fokusnya masih mengurus Kudus, apalagi dalam pileg 2024 nanti kita dapat tambahan 1 kursi,” ujarnya saat ditemui pada jumat (28/4)

Sebagai ketua partai pihaknya mengaku masih memikirkan bagaimana PAN bisa meningkatkan jumlah kursi dan saat ini belum ada keputusan menjadikan ganjalan bagi beberapa caleg.

“Sekarang yang ikut banyak partai, masyarakat harus tau platform partai kita seperti apa, mulai dari DPD, DPC hingga DPRt atau ranting. Jika terbuka nantinya kan akan ada kompetisi, ini akan mendongkrak semangat kita juga,” terangnya

Endang menyebut tujuan utamanya dalam berpartai yaitu dalam rangka membantu rakyat sesuai dengan kompetensi dan kemampuan.

“Wujudnya banyak, dari hal kesehatan ada UHC, sebagian masyarakat banyak yang belum tau hal itu. Seperti contoh lain tekanan yang menghimpit perempuan, hal seperti itu orang tidak inten kesitu, padahal akibat sosial yang ditentukan oleh tekanan ekonomi, perkawinan, itu banyak. Efeknya kemampuan untuk bertahan hidup, bisa makan, dan lain-lain, mental sepiritual hingga jadsmani,” katanya

Endang menyebut masyarakat akan tahu dengan sendirinya kinerja seperti apa yang dibutuhkan, seperti pembangunan prasarana dan pokir.

“Saya berharap bahwa berbagai kegiatan maupun apa yang sudah diberikan kepada masyarakat ini dapat membawa dampak positif dan signifikat guna mengangkat suara partai juga,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.