Resmikan Expo Perguruan Tinggi, Bupati Kudus Tekankan Pentingnya Perencanaan Karier

oleh -820 Dilihat
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris saat mengunjungi stand usai membuka Expo Perguruan Tinggi XI di gedung JHK. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris meresmikan pelaksanaan Expo Perguruan Tinggi ke-11 yang digelar Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kabupaten Kudus, Selasa (20/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati menekankan pentingnya perencanaan karier sejak dini bagi siswa kelas XII agar mampu menentukan arah masa depan secara tepat.

Kegiatan ini digelar selama dua hari, Selasa–Rabu, (20-21/1/2026) sebagai sarana edukasi dan informasi bagi siswa kelas XII SMA/SMK/MA se-Kabupaten Kudus dalam menentukan arah pendidikan dan cita-cita masa depan.

Pra acara pembukaan diawali dengan penampilan organ tunggal serta tari penyambutan dari siswa SMAN 1 Mejobo yang menambah semarak suasana pembukaan expo.

Acara inti pembukaan dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan Mars BK Peduli Siswa, pembacaan doa, laporan ketua panitia, serta sambutan dari para pejabat yang hadir.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus, H. Sonny Wardana, S.Ag., M.Pd., turut hadir dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sangat membantu siswa dalam mempersiapkan masa depan pendidikan mereka.

Bupati Kudus, Dr. Ars. Sam’ani Intakoris, M.T., secara resmi membuka Expo Pendidikan Tinggi ke-11 pada pukul 09.05 WIB. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya expo pendidikan sebagai wahana pembuka wawasan siswa sebelum menentukan pilihan setelah lulus sekolah.

“Hari ini kita hadir dan membuka Expo Pendidikan Tinggi ke-11 yang digagas oleh MGBK. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi dan informasi bagi anak-anak SLTA, khususnya kelas XII,” ujar Sam’ani.

Menurutnya, expo ini memberi gambaran kepada siswa mengenai berbagai pilihan perguruan tinggi dan arah masa depan yang dapat mereka tempuh sesuai minat dan potensi masing-masing.

“Dengan adanya expo ini, diharapkan siswa memiliki pemahaman yang lebih luas dalam menentukan cita-cita. Tentu tetap dengan konsultasi bersama orang tua, guru, dan pihak sekolah agar pilihan yang diambil benar-benar tepat,” jelasnya.

Bupati juga mendorong siswa untuk berani bermimpi dan memilih perguruan tinggi terbaik, baik di dalam maupun luar daerah.

“Silakan jika ingin kuliah di Semarang, Jakarta, Yogyakarta, atau daerah lain. Pilihlah yang terbaik sesuai cita-cita masing-masing,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah, Budi Santosa, mengapresiasi penyelenggaraan Expo Pendidikan Tinggi yang dinilainya sangat luar biasa dan konsisten dilaksanakan setiap tahun. Ia berpesan agar siswa memanfaatkan momentum ini untuk menggali informasi sedalam mungkin terkait pendidikan lanjutan.

Hal senada disampaikan Kepala Kemenag Kabupaten Kudus, Sonny Wardana, yang menilai expo ini mampu memperkuat sinergi antara sekolah, pemerintah, dan perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi muda yang berkualitas.

Ketua MGBK Kabupaten Kudus, Susilo Adi Pratomo, menjelaskan bahwa pada tahun ini jumlah peserta expo mengalami peningkatan.

“Jika tahun lalu ada 76 stan, tahun ini meningkat menjadi 80 stan. Varietas perguruan tingginya juga semakin banyak,” ungkapnya.

Perguruan tinggi yang hadir tidak hanya dari Jawa Tengah, namun juga dari luar daerah seperti Bandung, Jakarta, Malang, dan Yogyakarta. Selain itu, expo juga melibatkan pelaku UMKM lokal.

“Kehadiran UMKM bukan hanya untuk memfasilitasi kebutuhan jajan siswa, tetapi juga mengenalkan dunia entrepreneur kepada anak-anak. Jadi selain perguruan tinggi, mereka juga bisa mengenal peluang usaha mandiri,” jelasnya.

Susilo menambahkan, jumlah siswa kelas XII di Kabupaten Kudus mencapai sekitar 14 ribu orang. Setiap tahun, jumlah pengunjung expo tercatat selalu di atas 13 ribu siswa.

Berdasarkan survei MGBK, serapan lulusan SLTA di Kudus terbagi relatif seimbang.

“Sekitar 33 persen melanjutkan kuliah, 33 persen bekerja, dan 33 persen lainnya memilih jalur lain. Jumlah mahasiswa asal Kudus setiap tahunnya berkisar 6.000 orang, tergantung kondisi ekonomi pada tahun berjalan,” pungkasnya.

Dengan terselenggaranya Expo Pendidikan Tinggi ke-11 ini, diharapkan para siswa dapat menentukan pilihan pendidikan dan karier secara matang demi meraih masa depan yang lebih cerah. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.