Rumah Terbakar Dini Hari di Getas Pejaten Kudus, Dua Lansia Tewas Terbakar

oleh -1140 Dilihat
Sebuah rumah di Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, mengalami kebakaran hebat dan sebabakan dua penghuninya meninggal dunia tak terselamatkan, Senin (18/5/2026) dini hari. (Foto: istimewa/BPBD Kudus)

Kudus, isknews.com – Kebakaran rumah terjadi di Desa Getas Pejaten RT 10 RW 02, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Senin (18/5/2026) dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua penghuni rumah lanjut usia meninggal dunia setelah terjebak kobaran api.

Korban diketahui bernama Jono (69) dan Niti (83). Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di lokasi berbeda di dalam rumah yang terbakar.

Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo melalui Kapolsek Jati AKP Hadi Noor Cahyo mengatakan, kebakaran diketahui sekitar pukul 01.00 WIB setelah warga mendengar suara gaduh dan teriakan dari sekitar lokasi kejadian.

Saat warga mendatangi rumah korban, api disebut sudah membesar dan melalap bangunan rumah berukuran 10 meter x 8 meter tersebut.

“Korban ditemukan di dua lokasi berbeda, satu di kamar mandi dan satu di kamar depan,” kata AKP Hadi, Senin (18/5).

Warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi.

Sekitar 15 menit kemudian, tiga unit armada pemadam tiba di lokasi, terdiri atas dua unit Damkar Satpol PP Kudus dan satu unit tangki BPBD Kudus. Petugas kemudian melakukan pemadaman agar api tidak merembet ke bangunan lain.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.05 WIB. Setelah proses pendinginan dilakukan, petugas menemukan kedua korban meninggal dunia di dalam rumah.

Tim Inafis Polres Kudus kemudian diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas melakukan identifikasi korban, dokumentasi lokasi serta mengumpulkan barang bukti guna mengetahui penyebab kebakaran.

“Tim Inafis melakukan olah TKP secara menyeluruh untuk memastikan penyebab kebakaran, termasuk menelusuri titik awal api,” tambahnya.

Kedua jenazah kemudian dievakuasi menuju RSUD Loekmono Hadi Kudus menggunakan ambulans milik RAPI dan LazisMu Kudus untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kedua korban mengalami luka bakar sangat serius.

“Hasil pemeriksaan dokter menyebut korban Niti mengalami luka bakar 100 persen dan korban Jono juga mengalami luka bakar 100 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kudus, Eko Hari Djatmiko mengatakan, proses penanganan kebakaran berlangsung sejak pukul 00.58 WIB hingga 04.30 WIB dengan melibatkan Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Kabupaten Kudus bersama unsur gabungan.

Menurut BPBD, kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Asri yang rumahnya berada tepat di depan lokasi kejadian. Saat itu api sudah terlihat membara dari dalam rumah korban.

Asri kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk memadamkan api menggunakan selang dan ember berisi air. Namun kobaran api semakin membesar hingga akhirnya Ketua RT setempat, Dri Agus Priyatno, menghubungi petugas pemadam kebakaran.

BPBD Kudus menyebut dugaan sementara kebakaran dipicu akibat korsleting listrik. Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp200 juta. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.