Rutan Jepara Sebar Lima Tim Kejar Napi Kabur

oleh -371 Dilihat

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Sudarsono, narapidana Rutan Jepara yang kabur hingga Rabu (20/9/2017) ini belum juga ditemukan. Pihak rutan kini mengerahkan sejumlah personilnya untuk melacak keberadaan napi kasus penipuan yang kabur itu. Hal ini disampaikan oleh Kepala Rutan Kelas IIB Jepara Slamet Wuryono, Rabu (20/9/2017).

Menurut Slamet, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Polres Jepara untuk melakukan pencarian terhadap Sudarsono. Pihaknya setidaknya sudah menyebar lima tim untuk memantau keberadaan yang bersangkutan di lima titik. Titik yang dipantau selain di tempat tinggalnya di Wedung, juga ke beberapa tempat tinggal temannya seperti di Batealit, Mlonggo hingga di Donorojo.

Slamet menjelaskan kronologi kaburnya Sudarsono pada Selasa (19/9/2017) pagi itu ketika pukul 07.00 sebanyak 3 orang narapidana tamping yang membersihkan halaman Rutan. Ketiganya yakni Heru Fitriyanto, Sunandar dan Sudarsono. Ketiganya diawasi oleh Kasubsi Pengelolaan Sukmanto. “Napi tamping Sunandar menyapu halaman di bagian timur dekat tempat cuci motor, sedangkan Heru Fitriyanto menyapu halaman di depan pintu portir dan Sudarsono menyapu didepan Rumah Dinas Karutan,” katanya.

Akan tetapi, sekitar pukul 07.30 WIB, kata Slamet, pengawal sudah tidak melihat Sudarsono. Petugas kemudian melakukan pencarian, namun tak juga ditemukan keberadaan yang bersangkutan. “Setelah itu ada dua lelaki yang mengaku ingin menjenguk salah seorang napi.

Lebih lanjut Slamet mengungkapkan, pasca mengetahui Sudarsono kabur, pihak rutan meminta keterangan dua orang yakni Zaenal Arifin dan Abdul Rokhim yang mengaku akan mengunjungi narapidana Abdul Gafur dan motornya dipinjam oleh Sudarsono. Abdul Rokhim yang merupakan adik kandung narapidana Abdul Gafur. Sementara istri dari narapidana Abdul Gofur yang bernama Muslikah ternyata adalah adik tiri dari napi tamping Sudarsono.

“Menurut keterangan dari kedua orang tersebut pada hari Senin sekitar Jam 5 sore, Sudarsono menelepon kepada Muslikah agar pada hari Selasa pagi untuk membesuk suaminya di Rutan,” jelasnya.

Saat kedua orang itu sampai di depan Rutan, Abdul Rokhim bertemu dengan Sudarsono dan diminta untuk ke toko samping rumah dinas. Sudarsono akhirnya meminjam sepeda motor tanpa memberitahukan keperluannya. “Sudarsono ini kabur menggunakan sepeda motor yang digunakan untuk membesuk ini. Kita menduga kaburnya Sudarsono sudah direncanakan sebelumnya,” tandasnya.

Sudarsono merupakan napi kasus penipuan yang divonis 17 bulan penjara. Saat ini Sudarsono menjalani cuti bersyarat dan akan bebas pada pekan ini. Namun entah apa motif yang bersangkutan sehingga nekad kabur dari rutan Jepara. (ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.