Kudus, isknews.com – Bupati Kudus H. Musthofa didampingi segenap jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mendatangi bocah penderita hydrochepalus, Muhammad Faril Khasan (6) di desa Singocandi Rw.05 Rw.2 kecamatan Kota kabupaten Kudus, Jum’at (11/8/2017) sore.
Anak kedua pasangan Fachrudin (42) dan Maryati (37) itu dengan kondisi ekonomi kurang mampu. Hal itu dibuktikan dengan mata pencaharian keduanya yang buruh serabutan dan ibu rumah tangga, yang sesekali jualan kecil-kecilan peralatan rumah tangga.
Ibunda Faril, Maryati saat itu langsung membawa ke RS Aisyiah Kudus, pada waktu itu umur 4 bulan. Setelah disarankan dokter untuk segera dibawa ke RS. Mardirahayu Kudus, namun anjuran dari dokter setempat untuk bisa dirujuk ke RS. Elizabeth untuk dilakukan operasi. “Selama ini setiap kontrol di RS. Elizabeth selalu menggunakan biaya sendiri,” ujar Maryati kepada awak media.
Lebih lanjut, dia mengaku sudah menelan biaya yang tidak sedikit, yakni 100 juta, bahkan lebih. “Sampai-sampai kami telah menjual sawah untuk memperjuangkan putra kami itu supaya lekas sembuh,” tandasnya.
Pihaknya mengaku senang saat Bupati Kudus mengunjungi kediamannya, karena biaya medis Faril akan ditanggung oleh pemerintah kabupaten Kudus. “Alhamdulillah semoga bisa sedikit banyak meringankan beban kami selama ini,” katanya penuh harap.
Ditempat yang sama, kepala desa Singocandi, Fready Andriyanto mengatakan, sejak awal kelahiran Faril, pihaknya sudah menawarkan kepada keluarga Fachrudin untuk mendapatkan surat keterangan tidak mampu (SKTM).
Namun kata Fready Andriyanto, keluarga itu menolak. Kemungkinan kata dia, demi anaknya, Fachrudin akan mengobatkan anaknya yang terbaik meski dengan biaya sendiri.
Sementara itu, Bupati Kudus akan berupaya membantu adik Faril dengan menanggung total biaya pengobatan nantinya. Negara hadir disetiap saat untuk warganya. Pemerintah daerah mengambil alih pengobatan adik Faril, saat ini minimal menjaga keberlangsungan dulu, seperti halnya menjaga kesehatannya dengan cara dikasih obat anti kejang-kejang dan pingsan, seperti yang telah dikeluhkan selama ini.
Pihaknya meminta kepada Dr. Aziz Direktur RSUD, untuk terus dikontrol secara intens kesehatannya. Apakah nantinya dirawat intensif di Bandung atau di Jakarta. “Yang terpenting, keluarga dari adik Faril ini tidak ada beban dari pengobatan yang ditangani Pemerintah daerah.” pungkasnya (AJ)










