Warga Diminta Jangan Buang Sampah Sembarang

oleh -276 Dilihat
oleh
Kondisi sampah di lambiran Sungai Pendo, Desa Kirig, Kecamatan Mejobo menggunung. (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Sampah terlihat menggunung di pinggir jalan menuju Desa Kirig, Kecamatan Mejobo. Selain tercium bau tidak sedap, akibat tumpukan sampah itu kurang enak juga dipandang mata.

Apalagi sampah tersebut berada di tanah lambiran Sungai Pendo yang masih masuk Desa Kirig. Ketika wartawan media ini berada di lokasi terlihat warga silih berganti membuang sampah dengan seenaknya.

Terkait hal itu Camat Mejobo Harso Widodo mengatakan, pihaknya beberapa waktu lalu sudah melakukan tindakan membersihkan lokasi tersebut. Selain itu masyarakat melalui pihak desa juga sudah diimbau agar tidak membuang sampah sembarangan di tempat tersbeut.

“Kebiasaan membuang sampah sembarangan disitu memang sudah berlangsung sejak lama. Dulu sudah pernah bersih selama beberapa saat, tapi kembali lagi seperti itu,” ujarnya.

Kini pihkanya menunggu warga bereaksi. Jika memang nantinya warag setempat ingin membersihkan pihaknya akan memberikan dukungan penuh. Menurut Harso, segala sesuatunya menunggu niat dan kesungguhan warga.

Harso menambahkan, pihaknya juga sudah berunding dengan pemerintah desa untuk mencari solusi. Salah satunya menyediakan tempat pembuangan sampah (TPS) sementara yang direncanakan dibangun 2019 mendatang.

“Tapi sebelum ada TPS sementara, sampah di lokasi tersebut harus segera dibersihkan. Paling tidak sebelum puasa sudah bersih semua,” pungkasnya.

Pantauan ISKNEWS.COM di lokasi terlihat warga yang datangnya entah dari mana membuang sampah sembarangan. Ada yang membawa sampah dengan cara dibungkus plastik, ada pula yang membawa tempat sampah ditenteng dan dibuang begitu.

Banyaknya sampah yang menggunung di lambiran Sungai Pendo juga dikeluhkan warga Desa Temulus Yayuk Rahayu. Setiap kali dirinya melintas saat berangkat kerja jarak 100 meter sudah tercium bau tidak sedap.

Dia merasa risih karena sampah banyak dihinggapi lalat. Dia juga merasa ada bahaya disitu, karena banyaknya sampah bekas tempurung keong yang berserakan di jalan. “Sampah bekas tempurung keong, selain menimbulkan bau yang tidak sedap juga membahayakan pengendara saat melintas,” ucapnya. (MK/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.