Sebelum Disembelih Hewan Kurban di Kudus Dicek Antemortem

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kabupaten Kudus melakukan pemeriksaan antemortem hewan kurban, Selasa (21/8/2018). Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan hewan kurban layak dan sesuai dengan kriteria.

Menurut Kepala Distanpangan Kudus Catur Sulistyanto melalui Kasie Produksi dan Kesehatan Ternak Sidi Pramono, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan kelayakan hewan kurban sejak jauh hari. Hingga H-1 Idul Adha pihaknya belum menemukan hewan yang tidak layak.

“Dari hasil pemeriksaan kita nyatakan sehat semua. Sudah ribuan hewan yang kita periksa, belum ditemukan yang dalam kondisi tidak layak seperti menderita sakit atau cacat,” katanya ditemui di sela pemeriksaan hewan kurban di kandang milik Surahman Ngembalkulon, Kecamatan Jati, Selasa (21/8/2018).

Dikatakan, pemeriksaan antemortem dilakukan pihaknya yang tersebar di seluruh Kudus. Petugas mendatangi kandang milik peternak, pedagang, dipasar hewan hingga mendatangi masing-masing masjid di berbagai penjuru Kota Kretek.

TRENDING :  Distan Pati Tak Temukan Penyakit Hewan Kurban

“Tim kita bagi di beberapa tempat. Seperti hari ini ada yang ke Masjid Demaan, Gondangmanis, Kesambi, Gribig, Bacin, dan di kandang para peternak,” ujarnya.

Rencananya pemeriksaan antemortem akan terus dilakukan hingga Sabtu atau Hari Tasrik ketiga. Selain itu tim juga akan melakukan pemeriksaan postmortem yakni memeriksa daging hewan kurban yang telah diaembelih. “Biasanya yang sering dilakikan adalah antisipasi cacing dan penyakit lainnya di dalam daging hewan,” imbuh Sidi.

Sementara itu dokter hewan dari Bidang Peternakan Distanpangan Kudus Anton Cahyono menjelaskan, pemeriksaan antemortem meliputi gigi, mata, skabies atau kesehatan kulit, hingga cara berdiri hewan harus simetris. Jika tidak simetris artinya hewan yang akan dikorbankan tidak layak karena cacat.

TRENDING :  Kesehatan Hewan Kurban Akan Dipantau

Selain itu hewan juga harus memiliki dua testis. “Ini perlu diketahui masyarakat. Sederhana tapi sangat penting untuk memastikan kelayakan hewan kurban,” tandasnya.

Anton menambahkan, pemeriksaan di kandang peternak atau pedagang dilakukan untuk memudahkan pengawasan. Sebab jika sudah terdistribusi ke masjid-masjid akan lebih susah karena keterbatasan personel.

Pemilik kandang Surahman (50) menyampaikan, dia dengan kakaknya yang memiliki usaha bersama selalu memeriksakan hewan kurban di Distanoangan Kudus. “Petugas rutin mendatangi kandang kami memeriksa kondisi hewan,” katanya.

Disinggung omser saat Indul Adha, dia mengaku mengalami kenaikan yang luar biasa. Biasanya dalam sehari hanya mampu menjuak maksimal lima ekor kambing, namun pada hari raya kurban bisa mencapai 100 kambing per hari.

TRENDING :  "Maeso Suro" Sabet Juara Dua Lomba Poknak Berprestasi Tingkat Jawa Tengah

Menurutnya banyak pembeli yang tetarik membeli kambing miliknya karena harganya lebih terjangka. “Kita jual kambing apa adanya. Kalau sehat kita bilanh sehat, kalau sakit bilang sakit,” tukasnya.

Pria yang akrab disapa Mbah Jenggot ini mengungkapkan, pada hari biasa dia menjual kambing mulai Rp 2,5 juta hingga Rp 3,5 juta. Sedangkan pada hari raya kurban bisa mengalami kenaikan hingga Rp 500 ribu tiap ekornya.

“Tahun ini kita jual kambing paling mahal Rp 6 jutam itu sesuai dengan ukuran kambingnya yang memang luar biasa besar,” pungkasnya. (MK/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :