Kudus, isknews.com – Seluruh jaringan kamera pengawas atau CCTV di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kudus akan segera terkoneksi dengan aplikasi Kudus Sehat milik Pemerintah Kabupaten Kudus.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pengawasan terpadu terhadap jalannya program MBG agar lebih transparan dan akuntabel.
“Dari BGN kita sudah berizin supaya ada komunikasi yang baik dan sistem pengawasan berjalan, salah satunya lewat kamera pengawas ini,” kata Sam’ani, usai meresmikan SPPG Prambatan Kidul, Sabtu, 8 November 2025.
Ia menjelaskan, saat ini sudah ada satu dapur SPPG yang terhubung langsung dengan aplikasi Kudus Sehat.
Dalam waktu dekat, seluruh dapur MBG di Kudus akan diintegrasikan dengan sistem yang sama agar aktivitas pengolahan makanan bisa dipantau secara real time oleh Pemkab Kudus.
Menurutnya, pengawasan berbasis teknologi ini penting untuk memastikan setiap menu MBG yang disajikan tetap higienis dan layak konsumsi.
“Ini bagian dari upaya menjaga agar makanan yang diterima siswa selalu dalam kondisi baik, sehat, dan bergizi,” ujarnya.
Selain memperkuat sistem pengawasan, Pemkab Kudus juga terus memperluas jaringan dapur MBG di seluruh wilayah.
Dari semula 81 titik yang direncanakan, kini jumlahnya meningkat menjadi 106 SPPG.
“Kalau semula satu SPPG melayani sekitar tiga ribuan anak, nanti dikurangi menjadi dua ribuan. Karena itu jumlah SPPG naik jadi 106 titik,” jelas Sam’ani.
Bupati menargetkan, seluruh SPPG di Kudus dapat beroperasi 100 persen pada pertengahan tahun 2026.
“Harapan kami, tahun 2026 semua dapur sudah aktif. Dampaknya luar biasa, bukan hanya bagi anak-anak tapi juga bagi perekonomian masyarakat Kudus,” ungkapnya.
Ia menambahkan, program MBG juga mendorong pertumbuhan sektor lokal seperti petani, peternak, dan pelaku UMKM yang menjadi pemasok bahan makanan di sekitar dapur MBG.
“Dampak ekonomi sangat terasa. Program ini tidak hanya memberi gizi untuk anak-anak, tapi juga menghidupkan roda ekonomi di bawah,” pungkasnya.(YM/YM)







