Seorang Guru SD Warga Kudus Meninggal Usai Kencan di Hotel Melati

oleh

Kudus, isknews.com – Seorang pria berusia setengah abad dikabarkan meninggal dunia saat dalam perjalanan dari Hotel tempatnya menginap menuju ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Lukmonohadi. \

Pria yang diketahui Seorang guru SD berinisial HW (58) warga Desa Piji, Kecamatan Dawe, Kudus itu tewas saat dilarikan ke rumah sakit dari sebuah hotel kelas melati di Jalur Lingkar Barat Kudus, Desa Pasuluhan Lor, Kecamatan Jati.

Foto ilustrasi

Sebelumnya guru SD itu datang ke hotel bersama seorang wanita berinisial PSH (42) warga Desa Piji, Kecamatan Dawe, Kudus dan sempat mendaftar masuk ke dalam kamar 06 di YG Hotel bersama teman perempuannya, sekitar pukul 11.00 WIB, Senin (25/11/2019) kemarin.

TRENDING :  Pembebasan Lahan Waduk Logung Diapresiasi Menteri Keuangan Sri Mulyani

Polisi yang mendapat laporan langsung datang ke lokasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasil pemeriksaan sementara, tak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan fisik atau hal lainnya.

Kapolsek Jati AKP Bambang Sutaryo, saat dihubungi membenarkan kejadian tersebut.

“Setelah mendapat laporan dari pegawai hotel, anggota langsung ke lokasi,” Ujarnya.

TRENDING :  Akibat Hujan Deras Rumah Warsi Rusak Parah Tertimpa Pohon Tumbang

Menurut saksi pegawai hotel DN (45), Sekitar pukul 10.00 korban bersama temanya, PS (43) menyewa kamar. Selang satu jam kemudian, sekitar pukul 11.00, PS meminta tolong pada Saksi untuk membawa HW ke Rumah Sakit, dikarenakan tidak sadarkan diri, terang Kapolsek Jati.

Sesampaidi RSUD dr Lukmonohadi, Korban di tangani Dokter jaga Ruang UGD, dr Widiatmoko. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Pemeriksaan dokter, Tidak ada tanda-tanda kekerasan bahkan saat dibawa ke RSUD, jenazah masih hangat,” ujar AKP Bambang Sutaryo.

TRENDING :  Tiga Penjual Gading Gajah Online Diringkus Tim Gakkum KLHK

Jenazah korban awalnya akan diautopsi untuk memastikan penyebab kematian. Namun pihak keluarga menolak dengan menandatangani surat pernyataan bermaterai.

Sementara itu kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kudus, Joko Susilo saat ditemui dalam sebuah acara di Pusat Pelatihan Guru (PBG) Kudus kepada awak media mengaku sudah mendengar tentang peristiwa tersebut, hanya belum mengetahui secara detail kejadiannya.

“Saya ikut prihatin, kalau itu benar,” ungkapnya, Selasa, (26/11/2019) (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :