Sidak e-KTP, Bupati Pati Marah, Apa Penyebabnya?

oleh -1,472 kali dibaca

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Bupati Pati Haryanto marah ketika lakukan sidak di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pati Senin, (15/5/2017).

Kemarahannya dipicu adanya belasan ribu blangko KTP kosong yang belum di cetak masih numpuk diruang kerja staf kependudukan.

Bupati Pati Haryanto menumpahkan kemarahan dan kekecewaan kepada salah satu Kasi yang membidangi pembuatan dan penyetakan KTP, Haryanto mempermasalahkan perihal menumpuknya blangko KTP yang menumpuk sedangkan persoalan pemohon KTP sudah menunggu berbulan-bulan.

“Saya sidak karena sering mendapatkan laporan dari masyarakat melalui WA, Tweeter dan SMS terkait dengan susahnya mengurus KTP, bahkan sampai berbulan-bulan belum selesai, setelah saya datang melihat ternyata blangko kosong masih menumpuk hal ini suatu persoalan yang harus segera ditangani, supaya pelayanan kepada masyarakat bisa maksimal.” Ungkap Haryanto.

Selain mempersoalkan blangko KTP, Bupati juga mendatangi Koperasi yang berada di sebelah timur gedung pelayanan untuk mengecek harga Foto Copy dan Stafmap, menurutnya setelah dilakukan pengecekan harga stafmap maupun foto copy lebih mahal di banding dengan toko lain.

” Saya melihat bahwa penjualan stafmap dan foto copy di koperasi harganya tidak sama dengan yang ada di toko luar, saya perintahkan langsung untuk detik ini juga harga untuk di sesuaikan dengan harga dengan toko yang ada diluar.” Tegasnya.

Kemarahan Bupati semakin meningkat setelah mendatangi Koperasi yang dikelola Disdukcapil yang menjual stafmap dengan harga Rp 1500 rupiah dan harga foto copy sebesar Rp 250 rupiah padahal di toko umum harga stafmap Rp 600 rupiah serta foto copy Rp 200 rupiah.

Bupati, juga mengatakan bahwa laporan yang dikeluhkan oleh masyarakat bahwa harga stafmap mahal ternyata benar.

” O,,benar laporan masyarakat yang selama ini saya terima, harga stafmap di sini ternyata di jual mahal.” Tutupnya. (Wr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.