Kudus, isknews.com – Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kudus, Sulistyo Utomo, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga suasana aman dan damai di tengah dinamika politik nasional. Hal itu disampaikan saat menghadiri doa bersama yang digelar bersama pengurus, karder struktural hingga sayap partai di Sekretariat DPC Gerindra Kudus di Ngembalrejo, Bae, Kudus, Minggu (31/8/2025).
Menurutnya, momentum doa bersama menjadi sarana untuk mendoakan keselamatan bangsa, khususnya Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, hingga Indonesia agar senantiasa diberi kedamaian.
“Dengan doa bersama ini, kita berharap situasi tetap aman dan damai. Menjalankan program-program pro rakyat bukan pekerjaan mudah, sehingga perlu didukung dengan stabilitas,” ujarnya.
Menanggapi kondisi nasional, Sulistyo Utomo menegaskan pihaknya prihatin atas berbagai peristiwa aksi demonstrasi yang berujung kericuhan di sejumlah daerah. Ia mengimbau agar masyarakat Kudus tidak mudah terprovokasi.
“Kami berharap iklim yang sejuk dan damai tetap tercipta, sehingga pembangunan berjalan baik dan ekonomi daerah bisa terus maju,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPW Gerindra Korwil 3 Jawa Tengah, Sri Hartini, menyampaikan bahwa seluruh kader Gerindra diinstruksikan untuk aktif turun ke daerah pemilihan (dapil) guna memantau kondisi masyarakat.
“Kami diwajibkan untuk konsolidasi, menyambangi masyarakat, sekaligus memberikan penjelasan agar tidak ada miskomunikasi. Masyarakat jangan mudah terprovokasi,” tuturnya.
Terkait isu miring soal dugaan penyimpangan dana reses anggota dewan, Sri Hartini menepis anggapan tersebut. Menurutnya, dana yang diberikan saat reses murni berasal dari kantong pribadi anggota dewan, bukan anggaran pemerintah.
“Kami selalu sampaikan bahwa bantuan transportasi maupun konsumsi kepada kader itu berasal dari empati anggota dewan, bukan dana negara,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sri Hartini menyebut Partai Gerindra secara rutin melakukan konsolidasi melalui rapat internal, baik secara langsung maupun daring. Hal itu dilakukan untuk memastikan seluruh kader tetap bergerak di tengah masyarakat.
“Instruksi partai jelas, setiap kader wajib turun ke lapangan, menyapa masyarakat, sekaligus menangkal berita hoaks agar suasana tetap adem,” pungkasnya. (YM/YM)










