SMP 5 dan SD-M Birrul Walidain, Terpilih Wakili Kudus Ikuti Pameran Gelar Karya P5 Jateng

oleh -276 Dilihat
Kepala SMPN 5 Kudus Abdul Rochim bersama siswa saat menunjukkan 3 karya P5 yakni literasi Ratulica, Ecozima dan Ecoprima. (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Dua sekolah di Kudus yakni SMP 5 Kudus dan SD Muhammadiyah Birrul Walidain mewakili Kabupaten Kudus mewakili Kabupaten Kudus dalam pameran pendidikan Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)yang digelar Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) di Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar bertajuk Semarak Hari Guru Nasional (HGN) 2022 digelar selama dua hari, Senin-Selasa (5-6/12/2022).

Terdapat 40 stan pameran dari sekolah penggerak negeri jenjang SD dan SMP dari 20 kabupaten/kota. Selain pameran, juga digelar seminar yang diikuti 215 peserta dari kalangan teraktif di Platform Merdeka Mengajar (PMM).

Kepala SMPN 5 Kudus Abdul Rochim menuturkan, dari pihaknya ada tiga projek yang ditampilkan pada Gelar Karya P5 tersebut yakni literasi Ratulica (Rajin Tulis dan Membaca), pengolahan sampah organik Ecozima (Eco-enzim SMP 5 Kudus), serta pembuatan Eco-print dengan sebutan Ecoprima (Eco-print SMP 5 Kudus). 

“Gebyar sekolah ini untuk menampilkan apa yang ada di sekolah yang sekolah penggerak dalam setahun pembelajaran itu sudah bisa menghasilkan apa,” jelasnya saat ditemui di SMP 5 Kudus, Rabu (07/12/2022) pagi.

Rochim menerangkan, pada projek Ratulica SMP 5 Kudus menampilkan sebuah karya buku antologi puisi dan cerpen. Dimana, 8 judul buku yang telah diterbitkan merupakan hasil karya seluruh siswa kelas 7 SMP 5 Kudus.

“Generasi sekarang itu mungkin untuk membaca masih bisa dipaksa nanti mereka membaca, tapi kalau menulis memang harus dilatih dan didorong terus. Makanya, saya inisiatif untuk menggerakkan siswa agar menulis untuk dijadikan sebuah buku,” ujarnya.

Kemudian, pada projek pengolahan sampah organik Encozima SMP 5 Kudus telah dilakukan kerjasama dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus. Kerjasama ini berhasil melahirkan pengolahan kompos oleh para siswa kelas 7 dan telah dimanfaatkan untuk tanaman di lingkungan sekolah.

Selanjutnya, projek pembuatan eco-print yang disebut dengan Ecoprima telah menghasilkan sebuah selendang eco-print yang sangat cantik. Rochim menyebut, demi memaksimalkan pembelajaran Ecoprima ini pihaknya membeli beberapa peralatan yang digunakan untuk eco-print.

“Eci-print ini kan juga memanfaatkan dedaunan, jadinya selain kita menanamkan jiwa kewirausahaan bagi siswa, juga ingin menanamkan ke siswa agar cinta lingkungan,” tuturnya.

Menurut Rochim, yang terpenting dalam Gelar Karya P5 ini adalah bukan menitikberatkan pada hasil produk, melainkan bagaimana proses yang telah dilakukan selama pembelajaran hingga menghasilkan sebuah produk.

“Kita juga menekankan pada pembelajaran berdeferensiasi, dimana setiap siswa memiliki kebutuhan yang berbeda-beda dan tidak bisa dipukul rata. Sehingga, guru harus bisa memfasilitasi, itulah yang ditekankan pada Kurikulum Merdeka,” terangnya.

SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus yang mewakili Tingkat Sekolah Dasar di Kudus ikuti Gelar Karya P5 Tingkat Jawa Tengah di Karanganyar (Foto: Istimewa)

Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala SD Muhammadiyah Birrul Walidain Jamaluddin Kamal yang mewakili Kabupaten Kudus di tingkat Sekolah Dasar pada ajang tersebut. Pihaknya menggelar karya P5 hasil sekolah sekolah setempat. Adapun produk yang ditampilkan adalah berbagai macam olahan singkong.

“Ada sentil (sentiling centil), gendong (gelondong singkong), bosing (boba singkong), nama Lo (nugget manis telo),” tuturnya.

Pihaknya berharap, hasil karya P5 yang dipamerkan bisa menjadi inspirasi bagi warga sekolah dan masyarakat umum. Lebih lanjut, bisa melahirkan siswa yang berkarakter Pelajar Pancasila. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.