Kudus, isknews.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) mengajak anak-anak muda di Kabupaten Kudus untuk bisa mendayagunakan serta mengoptimalkan pemanfaatan platform digital bagi kepentingan yang positif.
Ajakan tersebut dikemas dalam acara Program PembaTIK (Pembelajaran berbasis TIK) dan Kita Harus Belajar (Kihajar) STEM tahun 2023, yang mengusung tema “Berkolaborasi dan Bertransformasi Menumbuhkan Ekosistem Digital Menuju Merdeka Belajar” yang digelar di ruang pertemuan di Gravitasi Teras Muria, Pasuruhan Lor, Jati, Kudus, Jumat (14/07/2023).
Praktisi Digital Leadership dan Tokoh Muda NU Kudus, Dwi Syaifullah menyoroti bahwa, saat ini sekira 40 persen dari warga Kudus sudah berkecimpung dalam dunia digital, baik itu digital marketing maupun sosial media.
“Mereka saat ini berkiprah dalam bisnis market place serta content creator yang berbasis sejumlah platform media sosial dan kios-kios di pasar online populer,” terangnya.
Oleh sebab itu, Ia berharap Kudus bisa menjadi parameter di wilayah Jawa Tengah dalam hal kontribusi peran pemuda di dunia digital yang sangat produktif. Salah satunya, dengan terus mengawal mereka agar terus berkemampuan teknologi digital di setiap perkembangan zaman.
“Anak-anak muda di Kudus sangat kreatif, sehingga melalui kegiatan ini kita mencoba untuk memberikan wadah untuk mengupgrade pengetahuan mereka tentang digital marketing maupun sosial media,” tambahnya.
Sementara itu, Staf Pusdatin Kemendikbudristek RI, Moh Khoirul Anam menyampaikan bahwa penting untuk diajarkan kepada anak-anak muda tentang digital leadeship. Hal ini ditujukan untuk mengarahkan mereka agar memanfaatkan teknologi bagi kegiatan produktif.
“Kalau kita tidak bisa adaptasi di dunia digital, kita akan mengalami ketertinggalan. Sehingga, apa yang menjadi perkembangan zaman ini bisa kita lalui, kita juga perlu menguasai masing-masing apa yang terkait usaha maupun ekspresi kreativitas,” ujarnya usai berikan materi dalam sosialisasi tersebut.
Ia menekankan agar anak-anak muda harus mampu menguasi perkembangan teknologi. Termasuk, dalam hal pengamanan data pribadi, yang tentunya akan menjadi rawan apabila bocor hingga ke tangan oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Termasuk keamanan data pribdai juga kita sampaikan, karena bahaya apabila jatuh ke tangan yang tidak diinginkan nanti bisa dimanfaatkan oleh oknum tertentu,” lugasnya.
Senada, Staf Khusus Kementerian Ketenagakerjaan RI Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Hindun Anisah, yang ikut dan hadir sebagai pembicara pertama dalam acara tersebut mengaku, telah melakukan berbagai upaya dalam hal meningkatkan literasi digital kepada anak-anak muda.
“Kita cenderung lebih banyak pelatihan dan diskusi untuk menganalisis apa yang tengah ramai di media sosial. Saya lihat di Kudus, anak-anak mudanya sangat aktif bermedsos, jadi kita arahkan untuk bagaimana mereka bisa lebih produktif,” paparnya. (YM/YM)











