Sudah Clear, Rusunawa TB-4 Siap Jadi Lokasi Karantina Pemudik

oleh -102 Dilihat

Kudus, isknews.com – Tiga lokasi yang akan dijadikan tempat karantina sementara bagi para pemudik yang kembali ke Kudus masing-masing Rusunawa TB-4 Bakalan Krapyak, Balai Diklat Sonya Warih Menawan, dan Graha Muria Colo ditinjau oleh Plt. Bupati Kudus HM Hartopo.

Bersama sejumlah unsur Forkopimda diantaranya Ketua DPRD Masan, Kapolres Kudus AKBP Catur Gatot Efendi, dan Dandim 0722/Kudus Letkol Arm Irwansyah mengecek seluruh kesiapan bersama. Guna mengetahui kesiapan gedung-gedung tersebut untuk menerima kedatangan para pemudik, Sabtu (11/04/2020).

Saat kunjungan di Rusunawa tepatnya di TB-4 yang merupakan alternatif pertama penempatan karantina pemudik, nampak terlihat sederet perlengkapan penunjang isolasi pemudik pun tampak sudah terpasang. Diantaranya tandon cuci tangan, akses masuk satu pintu, dan seng pembatas Rusunawa TB-4 dengan TB lain pun telah dipasang.

Plt Bupati Kudus HM Hartopo dan sejumlah unsur Forkopimda serta para kepala OPD terkait saat melakukan peninjauan kesiapan lokasi karantina pemudik di Rusunawa Bakalankrapyak Kudus (Foto: istimewa)

Menurut Hartopo, gelombang penolakan oleh warga juga diklaimnya sudah tak terjadi lagi. Ia memastikan akan menggunakan Rusunawa TB-4 di Desa Bakalan Krapyak Kudus sebagai lokasi pertama karantina pemudik berstatus ODP di Kudus.

“”Sudah clear, tidak ada masalah Insya Allah. Masyarakat sudah oke semua, tidak ada masalah. Diperkirakan awal minggu depan telah siap ditempati,” katanya.

Nantinya Rusunawa Bakalankrapyak akan menampung kurang lebih 90 orang pemudik yang akan ditempatkan per kamar 1 orang dalam pemantauan (ODP) pemudik dari luar daerah. Mekanisme awal yakni screening akan dilakukan di terminal dan tempat pemberhentian bus lainnya.

“Setelah screening awal, pemudik yang perlu penanganan khusus langsung dibawa ke rumah sakit,” jelas dia.

Sementara yang lainnya dikarantina hingga 14 hari kedepan untuk memastikan kesehatan sebelum kembali ke tempat tinggalnya.

“Saat ini Rusunawa Bakalankrapyak telah siap untuk mengarantina pemudik dari luar daerah. Jadi nanti ODP bisa discreening awal di terminal, perbatasan dan di sini (Rusunawa) untuk screening kedua. ,” ucapnya.

Petugas gabungan dari Polres Kudus, Kodim, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan turut menjaga tempat karantina selama 24 jam. Setiap harinya ada 2 tim kesehatan dan 1 dokter visitor. Alat Pelindung Diri (APD) dan protokol kesehatan akan dipakai dan dijalankan para petugas medis.

“Ternyata semua sudah siap, ada 1 dokter visitor dan 6 tenaga kesehatan yang bertugas dalam 24 jam. Ini sudah siap mulai jam 7 pagi, hari ini kalau ada masuk pun sudah siap,” jelasnya.

Tak hanya itu, Pemkab Kudus juga telah mengantisipasi pemudik yang mengendarai motor. Pihaknya telah mengimbau camat, kepala desa, ketua RW, dan ketua RT untuk melaporkan kedatangan pemudik. Nantinya pemudik yang dilaporkan akan discreening dan dapat ditarik ke tempat karantina terlebih dahulu.

H.M. Hartopo memastikan masyarakat sekitar juga telah sepenuhnya paham dan mendukung keberadaan tempat karantina. Sosialisasi mendalam telah dilakukan kepada masyarakat sehingga tempat karantina bisa diterima lingkungan sekitar.

Kemudian untuk Graha Muria Colo dan Balai Diklat Sonyawarih masih melaksanakan persiapan terutama kelengkapan sarpras.H.M. Hartopo mengimbau agar kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) dan masker segera terpenuhi di kedua tempat tersebut. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.