Sudah Lelang Tahap Pertama, PDAM Kudus Segera Realisasi Pemanfaatan Air Baku Bendungan Logung

oleh

Kudus, isknews.com – Rencana Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kudus untuk memanfaatkan ketersediaan sumber air baku permukaan Bendungan Logung nampaknya akan segera terealisasi dalam waktu dekat.

Air baku yang dialokasikan untuk suplai PDAM adalah sebesar 200 liter per detik dan digadang akan mampu melayani sekitar 16 ribu pelanggan si wilayah Kabupaten Kudus dan sekitarnya.

Selama ini Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kudus ini masih mengandalkan 61 sumur produksi air bawah tanah (ABT) untuk melayani sekitar 49 ribu pelanggannya dan masih akan menambah sekitar delapan sumur produksi, sambil menunggu terealisasinya sumber air permukaan dari Bendungan Logung.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur PDAM Kudus, Ayatullah Humaini, menurutnya, tahap pertama mulai dilakukan penawaran lelang oleh pihak ketiga yang meliputi intake atau bangunan penangkap air dari badan air bendungan sesuai debit yang diperlukan, serta pompa pendorong air baku (booster).

TRENDING :  Capai Elevasi Ideal, Bendungan Logung Masih Belum Bisa Dimanfaatkan

“Selain itu pembangunan bak penampung sebelum Water Treatment Plant (WTP) dan jaringan pipa transmisi tahap awal ukuran 400 dim sepanjang satu kilometer dengan nilai total anggaran untuk pembangunan dari intake ke WTP mencapai sekitar Rp 63 miliar,” katanya, Selasa (21/01/2019).

Terdapat dua bangunan WTP, masing- masing di daerah Honggosoco dan Desa Terban Kecamatan Jekulo.

“Penawaran lelang tahap pertama proyek APBN 2020 senilai Rp 16 miliar sudah dilaksanakan Jumat pekan kemarin,” ujarnya.

TRENDING :  Sepanjang Jalan lingkar Nglumpit Minim Penerangan

Pengajuan penawaran lelang diserahkan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana selaku penyedia air baku. Sedang penawaran lelang tahap kedua senilai Rp 47 miliar alokasi dari APBN Perubahan 2020, dilakukan Juli atau Agustus nanti. 

“Dana tersebut antara lain digunakan untuk kelanjutan pembangunan jaringan transmisi sekitar Rp 22 miliar, atau setara pipa sepanjang kurang lebih 12 kilometer,” terang dia.

Air baku permukaan Bendungan Logung Kudus (Foto : YM)

Berikutnya pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan kapasitas filterisasi 100 liter per detik, serta penyediaan pipa Jaringan Distribusi Utama (JDU) dan jaringan tersier ke sambungan rumah (SR) ditangani Balai Besar Cipta Karya.

TRENDING :  Perbaikan Jalan Rusak Akibat Longsor Rahtawu Ditarget Selesai Sebelum Lebaran

Karena biaya proyek begitu besar mencapai lebih Rp 100 miliar, kemungkinan akan diswastanisasikan. Pihak swasta nanti akan menjalin kerjasama dengan PDAM Kudus, dengan tarif penjualan air ke pelanggan disesuaikan.

Pihak swasta nanti akan menjalin kerjasama dengan PDAM Kudus, dengan
tarif penjualan air ke pelanggan disesuaikan.

“Maret nanti proyek tahap awal sudah jalan, dan akhir 2021 PDAM selaku penerima manfaat sudah dapat menambah jumlah pelanggan baru dari air baku Logung,” ungkapnya.

Pemanfaatan air baku Bendungan Logung akan dikoneksikan ke pipa jaringan yang sudah ada untuk disalurkan ke pelanggan baru di wilayah Kecamatan Jekulo, Kota, Bae, Dawe dan Mejobo. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :