Tahap Pembongkaran Lantai Jembatan, Progres Perbaikan Jembatan Braholo

oleh

Kudus, isknews.com – Progres rehabilitasi jembatan Braholo di Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus kini telah memasuki tahap pembongkaran lantai jembatan.

Dari pantauan media ini sejumlah pekerja nampak sedang mengerjakan pengelupasan aspal dengan disesek yang nantinya sebagian ruas jembatan akan diganti dasaran dengan plat bondek atau material pelapis lantai dasar jembatan yang baru.

Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Pelaksana tugas (PlT) Kadinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Arief Budi Siswanto, melalui Kabid Bina Marga, Harry Wibowo ditengah-tengah proses perbaikan jembatan Braholo.

Sejumlah pekerja saat melakukan pembongkaran lantai jembatan dalam proyek rehabilitasi jembatan Braholo di Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus (Foto: YM)

“Untuk progres nya saat ini kita membongkar lantai jembatan, kurang lebih sudah 15 persen. Ini berawal dari adanya lubang di jembatan, ini kita tangani dengan anggaran rutin dengan mengganti lantai jembatan, nanti konstruksinya pakai plat bondek dan beton,” kata Harry, Rabu (29/07/2020).

Lebih lanjut, Harry membeberkan jika kondisi beton saat ini memang sudah parah. Pasalnya, selain karena konstruksi bangunan yang sudah lama, jembatan tersebut juga acap kali menampung beban yang overload.

“Kalau untuk kondisi beton ini memang sudah agak parah karena sudah lama sekali, sudah rapuh dan posisi tulangannya sudah berkarat karena beban yang overload, sehingga selimut beton sudah lepas semua. Ini harus kita lepas semua lantainya,” paparnya.

Namun demikian, untuk kondisi gelagar jembatan dinilainya masih kuat, dan hanya perlu penataan ulang. Secara teknis, pihaknya hanya perlu menambah diafragma pada jembatan sebagai pengaman.

Untuk lebar jembatan yang diperbaiki, tambah Harry, kurang lebih 3,5 meter, dan panjangnya sekitar 24 meter. Pihaknya juga harus menutup akses sementara untuk kendaraan roda empat, namun tetap memberi akses untuk kendaraan roda dua yang bisa digunakan secara bergantian.

“Karena di sini ada sekolahan dan dekat dengan pasar, sehingga harapan masyarakat untuk sepeda motor dan pejalan kaki masih bisa lewat,” imbuhnya.

Menutup statemennya, Harry mengungkapkan jika ia mentarget proses perbaikan akan rampung pada dua bulan kedepan. Pihaknya juga menegaskan bawasannya jalan tersebut termasuk dalam kategori kelas 3, dimana hanya mampu menampung beban sekitar 8 ton saja.

“Target untuk bisa dioperasikan kembali maksimal dua bulan, karena untuk usia beton itu kurang lebih hanya satu bulan. Dan ini kembali untuk fungsi jalan kelas 3, berarti batas maksimal hanya 8 ton saja,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :