Tanggapi Aduan Masyarakat, Komisi C DPRD Kudus Sidak Pembangunan Drainase dan Trotoar

oleh

Kudus, isknews.com – Masa kritis mendekati akhir masa kontrak pekerjaan pembuatan saluran drainase dan trotoar di wilayah Kabupaten Kudus mendapatkan sorotan wakil rakyat. Sejumlah aduan masyarakat terkait kualitas pembangunan infrastruktur yang terkait dengan upaya mereduksi limpasan air saat musim hujan mendapat perhatian anggota Komisi C DPRD Kudus.

Dipimpin oleh ketua Komisi C Rinduwan, Anis Hidayat, Mardijanto dan Siti Rohmah, para legislator tersebut melakukan inspeksi di kawasan pembangunan saluran air dan trotoar di ruas Jalan Menur Kramat Kecamatan Kota Kudus Kudus, Jumat (06/12/2019).

Menurut Rinduwan yang didampingi anggota komisi C yang lain mengatakan, kunjungannya ke lokasi pembangunan proyek drainase dan trotoar ini setelah mendengar aduan masyarakat tentang buruknya kualitas bangunan di beberapa titik.

Sejumlah anggota Komisi C dipimpin oleh Rinduwan (berbaju biru) saat melakukan sidak pembangunan drainase dan trotoar di ruas jalan Menur Kudus (Foto : YM)

“Kehadiran kami ke lokasi ini untuk melihat keluhan masyarakat tentang beberapa drainase yang ambrol, tapi kini ternyata sudah diperbaiki oleh pelaksananya,” ujar Rinduwan dihadapan sejumlah awak media.

TRENDING :  Sidak Komisi C: Ternyata, Pemudik Tiba di Kudus Tanpa Lalui Pemeriksaan Tim Kesehatan

Terkait target waktu penyelesaian apakahbisa tepat waktu atau tidak, menurutnya dari pihak pelaksana menyampaikan bahwa mereka akan bisa tepat waktu pada tanggal 17 Desember 2019 nanti optimis bisa selesai.

Sementara Anis Hidayat, anggota komisi C yang lain menambahkan bahwa kunjungan ini untuk melakukan pengecekan atas dasar informasi dari masyarakat bahwa ada Box cuiltvert yang turun katanya.

“Sebab kalau box Cuiltvert kan bahaya karena termasuk struktur, tapi kalau atasnya mungkin tidak masalah tadi pelaksanaannya bilang cuma atasnya saja, urugan baru kemudian atasnya dipasangi paving sehingga itu turun, tapi Box cuiltvert sendiri tidak turun, jadi mudah mudahan tidak mempengaruhi dari struktur yang ada,” terang Anis Hidayat anggota dari Partai Golkar ini.

Disinggung mengenai jumlah titik yang diadukan oleh masyarakat, Anis mengatakan hanya di jalan Menur ini saja, “Ada aduan di tempat lain tapi proses pengerjaannya baru 80 persen yaitu di Loram wetan 3 titik dan di depan pasar Mijen, nanti kita akan melakukan pengecekan ke sana mudah mudahan semuanya bisa sesuai jadwal waktu yang ditentukan,” terangnya.

TRENDING :  Kunjungan Ketua DPR RI Di Pondok Pesantren Rahmatullah

Selain menyoroti proses pengerjaan, Anis juga agar dalam pelaksanaan pembangunan juga memenuhi kebutuhan akses bagi penyandang disabilitas. Pasalnya, banyak trotoar yang sudah ada ternyata tidak ramah dan justru menyulitkan para penyandang disabilitas.

“Memang ada beberapa akses publik salah satunya trotoar di Kudus yang belum ramah pada penyandang disabilitas,” tambahnya.

Ia mengatakan, dari DPRD Kudus mendorong agar pemerintah daerah memenuhi akses publik yang ramah pada difabel. Seperti trotoar ini bisa dirasakan oleh semua masyarakat.

Sejauh ini, sudah ada trotoar yang sudah memenuhi akses bagi difabel. Seperti trotoar yang ada di Jalan Menur sudah memenuhi akses bagi disabilitas. Meskipun demikian, ia berharap ke depan agar semua trotoar di Kudus bisa diakses para difabel.

TRENDING :  Sidak Dinas Perdagangan Kudus Temukan Banyak Makanan Tanpa Label Dan Tanggal Kadaluarsa

Sementara, Kasi Drainase PUPR Kabupaten Kudus Bimo Sekti Bagus Tohari mengatakan, secara keseluruhan progrem pekerjaan drainase dan trotor sudah mencapai 85 persen. Diperkirakan tanggal 14 Desember 2019 mendatang sudah 100 persen.

“Loram saat ini sekitar 80-85 persen. Sedangkan di Mijen sudah 80 persen. Saya yakin pekerjaan tersebut nanti selesai tepat waktu,” jelasnya.

Saat ini pekerjaan drainase ada sebanyak 35 titik. Sedangkan trotoar ada sebanyak lima titik. “Adapun total anggaran mencapai Rp 42,5 miliar,” pungkasnya.

Bimo kepada awak media meyakinkan bahwa semua pekerjaan sudah sesuai dengan progress, kekurangannya yang urgen kan main haul.

“Mungkin hari Senin besok dating, satu dua hari dipasang bakalan selesai, diperkirakan kemungkinan di tanggal 13 maksimal 14 Desember ini sudah bisa 100 persen selesai,” tuturnya.

Seperti diketahui ada sebanyak 61 paket pembuatan saluran drainase di wilayah Kabupaten Kudus Kabupaten Kudus dengan total anggaran pembangunan mencapai Rp35 miliar, sedangkan untuk pembangunan trotoar sebesar Rp7,5 miliar. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :