Tanggul Jebol, Sungai Piji Melimpas, Ratusan Warga Desa Kesambi mengungsi

oleh

Kudus, isknews.com – Intensitas curah hujan tinggi merata di seluruh wilayah Kabupaten Kudus, sejak semalam masyarakat Kudus khususnya kawasan yang dilalui aliran sungai Piji sudah merasakan kondisi mencekam mengingat ketinggian air yang semakin meningkat.

Benar juga paginya ratusan rumah warga yang tersebar di 24 RT tujuh RW Desa Kesambi Kecamatan Mejobo Kudus diterjang banjir, menyusul limpas dan jebolnya tanggul kiri dan kanan Sungai Piji secara berturut pada Kamis (20/02/2020) pagi dan siang.

Anggota DPRD, Kapolres Kudus dan Camat Mejobo saat menyambangi para pengungsi di pos pengungsian Balai Desa Kesambi Mejobo Kudus (Foto: YM)

Air menyasar ke pemukiman padat penduduk dan menggenangi rumah warga mulai sekitar pukul 07.15, dan hingga petang belum surut. Tidak
ada korban jiwa, namun ratusan warga diungsikan dan sebagian besar memilih nekat bertahan di rumah masing- masing.

Berdasar pantauan di lokasi kejadian, genangan setinggi 50 cm hingga 1,2 meter terdapat di kawasan pemukiman timur sungai setelah terjadi limpasan dan jebolnya tanggul kiri Sungai Piji sepanjang kurang lebih 20 meter pada pagi hari. Rumah terdampak berada di RW. 05 (3 RT), RW. 06 (4 RT), RW.07 (5 RT), RW.09 (5 RT), dan RW.10 (4 RT).

Pagi saat air kali piji di Desa kesambi melimpas hingga turun memasuki rumah warga (Foto: YM)

Giliran sekitar pukul 11.30, tanggul kanan Sungai Piji setinggi 1,8 meter jebol sepanjang sekitar 15 meter, menyebabkan rumah di sebelah barat sungai meliputi RW.03 (2RT) dan sebagian RT.01 di RW.02, terdampak terjangan air setinggi sekitar 50 cm.

TRENDING :  Kembali PG Rendeng Dituding Cemari Sungai Pendo Mejobo Kudus

Berbeda dengan kawasan di timur sungai, air yang mengalir ke pemukiman sebelah barat cepat surut. Air lebih banyak lari dan menggenangi puluhan hektar sawah di Desa Kesambi dan Temulus Kecamatan Mejobo.

Pimpinan DPD PAN Kudus Endang Kursistiyani saat menyerahkan bantuan simbolis kepada para pengungsi (Foto: YM)

Camat Mejobo Muhammad Fitrianto mengatakan, jumlah warga terdampak banjir di Desa Kesambi mencapai hampir diangka seribu warga. Tetapi dari seluruh kepala keluarga (KK) terdampak, hanya ratusan warga yang bersedia mengungsi. Di Balai Desa Kesambi sekitar 72 warga, dan puluhan warga lainnya mengungsi di Masjid Nurul Ibad.

“Upaya penyelamatan pertama lebih kami fokuskan pada ibu hamil, anak balita, warga sakit dan lanjut usia (lansia) yang rentan bahaya,” ujar Fitrianto, didampingi Kades Kesambi M Masri, dan Kasi Pemerintahan Desa setempat, Rustam Santiko.

Peristiwa banjir di Desa Kesambi mendapat perhatian Ketua DPRD Kudus Mas’an, Kapolres Kudus AKBP Catur Gatot Efendi, pejabat Pemkab Kudus Plt Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Joko Mukti Harso.

Pimpinan DPC Partai Gerindra Kudus Sandung Hidayat dan Kuswanto saat menyerahkan bantuan logistik kepada para pengungsi (Foto: YM)

Sebelumnya sejumlah anggota DPRD Kudus, dengan mengatasnamakan pengurus Partai seperti Budiyono dan Endang Kursistiyani dari DPD PAN Kudus datang menuju posko pengungsian yang ada di Balai Desa Kesambi tersebut.

TRENDING :  Sawah Petani Hadiwarno Terancam Tak Teraliri Air

Budiyono yang juga Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) bersama Endang Kursistiyani (Bendahara) turun sekaligus memberikan sumbangan sembako, perlengkapan kebutuhan bayi dan makanan anak anak.

Pihaknya meminta pihak berwenang segera memperbaiki tanggul yang jebol, sehingga banjir susulan dapat diantisipasi.

“Kami prihatin dengan kejadian ini, dan kami berharap pengungsi dapat segera kembali ke rumah setelah kondisi aman, apalagi di pengungsian ini banyak terdapat ibu dan anak-anak, semoga cepat tuntas banjirnya,” kata Endang.

Selain dari PAN, politisi yang hadir pada hari itu adalah Sandung Hidayat bersama sejumlah kader Partai Gerindra, di lokasi tersebut pimpinan DPC Partai Gerindra Kabupaten Kudus ini juga memberikan bantuan sejumlah mie instan dan makanan untuk para pengungsi.

“Insha Allah besok kami beserta kader-kader muda partai Gerindra Kudus akan melakukan kerja bhakti resik-resik kawasan ini,” terang Sandung.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus,
Bergas Catursasi Penanggungan menyatakan, jebolnya tanggul kiri Sungai
Piji terjadi setelah kawasan aliran sungai bagian hulu diguyur hujan
deras mulai Rabu (19/11) sore hingga Minggu siang kemarin. Tanggul kiri dan kanan yang jebol berada di utara jembatan tiga Desa Kesambi.

TRENDING :  Puting Beliung Ratakan Rumah Parmi

Air meluap akibat kurang lancarnya aliran Sungai Piji selebar 12
meter akibat sumbatan sampah yang menyangkut di tiang penyangga
jembatan tiga. “Tanggul jebol karena tak kuat menahan
tekanan,’” ungkapnya.

Untuk menghindari kembali naiknya debit Sungai Piji, tim relawan BPBD bersama warga sekitar mencoba mengurangi tumpukan sampah di jembatan tiga secara manual. Tetapi karena sampah padat dan saling membelit, pembersihan tidak maksimal. Dibutuhkan alat berat untuk menuntaskan tumpukan sampah.

“Rencananya tanggul yang jebol kami tutup dulu dengan karung
(sak) berisi tanah guna menghindari naiknya debit air sebelum dibangun secara permanen,” terangnya.

Ditambahkan, selain jebolnya tanggul Sungai Piji di Desa Kesambi, kejadian serupa terjadi di Desa Golantepus Kecamatan Mejobo. Talud penyangga tanggul kanan Sungai Piji di tepi jalan desa itu,masuk wilayah RT.05- RW.05, ambruk pada Kamis (20/2) sekitar pukul 10.10. Akibatnya, Jalan penghubung Desa Tenggeles- Desa Mejobo arah Golantepus tertutup untuk kendaraan roda dua dan empat.

“Warga terdampak sebagian dari Desa Hadiwarno dan Golantepus,” terangnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :