Telat Pencairan, 3.295 Siswa di Kudus Tak Terima MBG Sementara

oleh -768 Dilihat
Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Kudus, Bellinda Birton. (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Ribuan pelajar penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah kerja SPPG Dersalam harus absen menerima menu harian mulai hari ini, Kamis (20/11), setelah dapur layanan setempat menghentikan operasional akibat tersendatnya pencairan dana dari pemerintah pusat.

Keputusan penghentian sementara itu ditetapkan pada Kamis pagi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dersalam Yayasan Al Laits Bin Saad.

Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Kudus, Bellinda Birton, bergerak cepat menindaklanjuti kabar penghentian operasional dapur MBG di SPPG Dersalam, Kamis (20/11).

Ia turun langsung ke lokasi untuk memastikan persoalan keterlambatan dana dari pusat benar-benar ditangani dan tidak berlarut-larut.

Bellinda mengungkapkan bahwa laporan telah diterima sejak pagi, dan pihaknya segera melakukan komunikasi dengan Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Kudus.

Menurutnya, keluhan tentang belum cairnya dana sebenarnya juga dialami sejumlah SPPG lain. Namun hampir semuanya sudah menerima pencairan per Rabu (19/11), kecuali SPPG Dersalam.

“Tadi sudah komunikasi dengan Korwil. Keluhan dan aduan sudah diajukan ke pusat tapi memang belum ada tanggapan. Kami akan bantu komunikasikan lagi ke Kareg (Kepala Regional SPPG Jateng) agar percepatannya bisa segera ada kepastian,” ujar Bellinda saat ditemui di lokasi.

Ia juga menyampaikan bahwa SPPG Dersalam selama ini menjadi salah satu dapur yang paling stabil sejak mulai beroperasi pada 22 September 2025.

Tidak pernah ada hambatan teknis, dan pelayanan berjalan lancar setiap hari bagi ribuan siswa penerima manfaat.

“Kita akan kejar karena karyawan dapur di sini juga menggantungkan pendapatannya dari MBG. Penerima manfaat juga otomatis tidak menerima menu harian kalau dana belum cair.

Harapannya dalam waktu dekat semuanya bisa normal kembali,” tegasnya.

Penghentian operasional dapur MBG ini berdampak pada 3.295 siswa dari 22 sekolah yang menjadi sasaran, serta 47 relawan yang bertugas setiap hari di dapur.

Kepala SPPG Dersalam, Fina Berliana Novita, membenarkan bahwa pihaknya mengambil keputusan tidak beroperasi karena aturan tidak memperbolehkan adanya dana talangan. Ia menegaskan bahwa keputusan diambil bersama korwil untuk mematuhi mekanisme pendanaan.

“Kalau tidak cair memang harus berhenti sementara. Kemarin kami sudah pakai sisa saldo awal untuk satu minggu terakhir, tapi per Rabu (19/11) sudah tidak bisa lanjut lagi.

Belanja terakhir sudah dilakukan dan hari ini resmi berhenti,” jelasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :