Tiga Kesebelasan Melaju Fase Grup Asprov Jateng Junior League 2017

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Sebanyak 16 tim bersaing sekolah sepak bola (SSB) kelompok usia di bawah 11 tahun (U-11), bersaing memperebutkan tiga tiket lolos ke fase grup Asprov Jateng Junior League 2017, yang digelar di Lapangan Sepak Bola Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Minggu (26/11/2017).

16 tim tersebut di antaranya BMW Purwodadi, Brimob Pati, HW Kudus, Menduran United Purwodadi, Mondoteko A Rembang, Mondoteko B Rembang, Naga Bintang Blora, New Rantai Baja Purwodadi, Porma Kudus, Putra Gribig Kudus, Putra Kaliombo Rembang, Putra Mustika Blora, Putra Sandi Gelebeg (PSG) Rembang, Rawa United Pati, Ronggolawe Putra Wado Blora dan SKU Kudus.

Seluruh tim berjibaku sejak babak penyisihan hingga lolos ke partai puncak. SKU Kudus keluar sebagai juara U-11, usai mengalahkan Brimob Pati di final. Persaingan ketat terjadi pada perebutan peringkat tiga antara Porma Kudus melawan Putra Mustika Blora.

Hal itu dikarenakan tim yang berhak melaju ke fase grup tingkat provinsi hanya diambil tiga tim saja. Sehingga peringkat empat dipastikan tak mendapat tempat. Porma akhirnya mampu menunjukkan kelasnya dengan mengamankan tiket ke Jateng.

TRENDING :  50 Hektare Lahan Disiapkan Kembangkan Lebah Madu di Kawasan Logung

Pada babak kualifikasi ini sang juara berhak memperoleh uang pembinaan Rp 1 juta, peringkat dua Rp 500 ribu, peringkat tiga dan empat Rp 250 ribu.

SKU Kudus, Brimob Pati, dan Porma Kudus akan berhadapan dengan dengan 13 tim lainnya yang mewakili masing-masing wilayah. Pelaksanaan fase grup Asprov Jateng Junior League 2017 bakal digelar pada Januari 2018.

Asprov Jateng Junior League merupakan turnamen sepak bola yang digelar oleh Ikatan Keluarga Antar SSB se Jateng (IKA SSB Jateng). Di babak kualifikasi dibagi menjadi lima wilayah eks karesidenan, yakni Semarang, Solo Raya, Pati, Cilacap, dan Pekalongan.

Wakil Ketua IKA SSB Jateng Topan Hapsoro menjelaskan, di wilayah tiga yaitu eks Karesidenan Pati dibagi menjadi tiga tempat sesuai kelompok usia (KU). KU kelahiran 2005 ditempatkan di Pati, KU kelahiran 2006 di Kudus, dan KU kelahiran 2007 ditempatkan di Grobogan.

TRENDING :  Innalillahi, Warga Jati Kulon ini Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Kerja

“Kudus menjadi yang pertama menggelar babak kualifikasi Asprov Jateng Junior League 2017. Untuk dua wilayah lainnya akan segera menyusul bulan depan,” katanya kepada ISKNEWS.COM, Minggu (26/11/2017).

Lebih lanjut dijelaskan, pertandingan di Grobogan akan digelar 02 Desember 2017 dan di Pati 16 Desember 2017. “Jadwal pertandingan di Grobogan dan Pati berubah dari rencana awal, karena terbentur pelaksanaan UAS,” ujarnya.

Di Kudus sendiri untuk U-11 para peserta dibebani biaya masing-masing Rp 450 ribu per tim. Uang pendaftaran itu yang digunakan untuk menyelenggarakan babak kualifikasi.

“Memang penyelenggaraan Asprov Jateng Junior League mengandalkan biaya dari iuran peserta dan sponsor,” imbuh Topan.

Tidak adanya kucuran dana dari Asprov Jateng dikarenakan waktunya yang memang mepet, karena ide menggelar turnamen ini baru muncul satu bulan yang lalu. “Pendanaan murni dari peserta, IKA, dan sponsor. Asprov sifatnya hanya merestui, mengijinkan, dan melegalkan,” tandasnya.

TRENDING :  Pentingnya Menjaga Arsip, Sekali Arsip Hilang Aset Melayang

Terkait tempat pelaksanaan kenapa ditempatkan di Lapangan Desa Gribig, hal itu dikarenakan Pemdes Gribig bersedia bekerjasama dengan pihak penyelenggara membantu memfasilitasi pelaksanaan babak kualifikasi U-11.

Dikatakannya, Kepala Desa Gribig berkeinginan membentuk SSB seperti daerah lain. Mengingat lapangan juga sudah dimiliki, dan potensi pemain asli daerah juga mumpuni. “Sebagai pancingan agar anak-anak di Gribig berminat mengikuti SSB Gribig,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Gribig Abdullah Rais mendorong anak-anak di desanya untuk mengikuti olahraga sejuta umat yakni sepak bola. Sebab dengan sepak bola selain dapat menyehatkan tubuh, bisa juga mendapatkan prestasi.

“Kami berharap dengan diadakannya turnamen di Gribig bisa menumbuhkan minat anak-anak agar mau serius mendalami sepak bola,” ujarnya. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :