Kudus, isknews.com – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) menginisiasi Pelatihan Pembuatan Buku Ajar dan Ebook kepada 55 dosen dari berbagai perguruan tinggi se Jawa Tengah dan 30 dosen UMKU. Tema yang diangkat dalam pelatihan tersebut ialah “Inovasi Peningkatan Profesionalitas Dosen”.
Menghadirkan tiga narasumber ekspert yakni Kepala Inkubator Bisnis Universitas PGRI Semarang Dr. Agung Achmad Buchori, S.Pd., M.Pd, dosen Universitas Diponegoro Dr. Ir. Subandiyono serta ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Bimo Widio Andoko SH MH.
Dalam kapasitas sebagai tuan rumah penyelenggara, Rektor UMKU Dr. Ns. Rusnoto menekankan pentingnya kreativitas dan keaktifan dosen dalam kepenulisan. Karena hal tersebut akan berimplikasi pada peningkatan kualitas dan profesionalitasan dosen.
“Sekaligus untuk persiapan bagi para dosen mengikuti Hibah Penulisan Buku Ajar di Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Dikti yang akan mendukung peningkatan akreditasi perguruan tinggi,” katanya dalam sambutan pembukaan pelatihan, Rabu (16/11/2022).
Dikatakan oleh Dr Rusnoto, undang undang Guru dan Dosen memberikan gambaran jelas bahwa dalam rangka melaksanakan tugas keprofesionalan, dosen berkewajiban melakukan publikasi ilmiah sebagai salah satu sumber belajar.
“Pelatihan ini merupakan salah satu upaya peningkatan jam terbang dan wawasan bagi para dosen yang diharapkan terus meningkat kaitannya dengan metodologi penulisan buku ajar, dibawah bimbingan para ekspert yang hadir hari ini,” ungkap dia.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Forkom LPPM Jateng, Ir. Suwarno Widodo, M.Si yang memberikan apresiasi kepada UMKU karena telah memfasilitasi dan meginisiasi serta meberikan inspirasi bagi dosen-dosen di Jawa Tengah dalam pelatihan pembuatan buku ajar.
“Pelatihan in, sangat bermanfaat bagi teman-teman dosen, jangan takut bodoh dengan berbagi ilmu, berbagi kekayaan akan menjadikan semakin kaya dan bukan menjadi miskin, marilah saling berbagi ilmu dalam produktivitas kepenulisan buku,” kata Suwarno. (YM/YM)










